Sejarah Lengkap dan Fakta Pemilihan Umum 1955 (Pemilu Pertama Indonesia)

Karena 2019 ini adalah tahunnya pemilu dan masih banyak orang yang belum tahu tentang sejarah Pemilu di negeri ini maka saya akan mencoba membahasnya kali ini. Ini adalah artikel bertemakan sejarah pertama di blog saya dan saya tertarik untuk membahasnya bukan karena sisi politik melainkan sisi sejarahnya. Mari kita bahas Pemilu 1955.

Tulisan ini berdasarkan sumber dan data dari berbagai situs termasuk dari situs resmi KPU dan Wikipedia.

Ketika awal negeri ini baru merdeka, Indonesia punya segudang PR dan masalah yang harus diselesaikan. Indonesia sejatinya baru benar-benar “merdeka” pada 1949 saat Belanda menyerahkan Republik Indonesia sepenuhnya setelah Konferensi Meja Bundar. Maka dari itu rasanya memang mustahil untuk menggelar Pemilu dalam kurun waktu 1945 sampai 1950. Untuk beberapa partai politik memang sudah berdiri duluan sebelum Indonesia merdeka bahkan kebanyakan memang sudah jauh berdiri duluan seperti Partai Nasional Indonesia (PNI).

Jika kita melihatnya di masa sekarang, Indonesia di bawah kepemimpinan presiden Soekarno ketika itu butuh waktu sekitar lima tahun untuk menggelar Pemilu pertama. Hal ini dirasa wajar karena pada saat itu masih banyak prioritas yang harus dijalankan seperti pembangunan ekonomi dan yang lainnya.

Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif; beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. (Wikipedia)

Pada waktu itu polisi dan angkatan bersenjata juga ikut memilih sekaligus ditugaskan untuk mengamankan tempat-tempat rawan. Tetapi ketakutan-ketakutan yang dirasakan tidak terjadi dan Pemilu berlangsung dengan aman. Pemilu 1955 adalah memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. Berbeda sekali dengan Pemilu sekarang yang memilih semua wakil rakyat hingga presiden dan wakil presiden. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260, sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah.

Bagaimana dengan jumlah partai? Partai politik pada Pemilu pertama ini sangat banyak dan akan mengingatkan kita pada Pemilu 1999. Masih ingat dengan Pemilu 1999 yang merupakan Pemilu pertama di era Reformasi? Ya itu adalah untuk pertama kalinya Parpol di tanah air menjadi banyak lagi seperti 1955. Kemudian Pemilu pertama ini mendapat pujian dari internasional dan sering dianggap menjadi Pemilu paling demokratis sepanjang masa. Pemilu 1955 mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk dari negara-negara asing. Pemilu ini dinyatakan terlaksana dengan aman, lancar, jujur, adil, dan demokratis.

Antusiasme warga negara pada Pemilu ini sangat tinggi dan para pemilih rela berjalan kaki dengan jarak yang jauh menuju TPS, menunjukan kalau semangat demokrasi 10 tahun setelah merdeka sangat tinggi.

Pemilu ini dimenangkan oleh PNI dan diikuti oleh NU, Mahsyumi, dan PKI. Pemilu ini merupakan Pemilu pertama dan terakhir bagi Partai Komunis Indonesia. Sayangnya, Pemilu 1955 hasilnya tidak memberikan dampak politik yang berarti bahkan hasil pemilu ini dibubarkan pada 1959 oleh presiden Soekarno.

Berikut ini adalah gambar hasil Pemilu 1955 yang diambil dari laman detik.com

Daftar Referensi:

detik.com/news/berita/d-3913565/pemilu-1955-pembuktian-rakyat-buta-huruf-di-depan-mata-dunia

wikipedia.org/wiki/Pemilihan_umum_legislatif_Indonesia_1955

Ayo Berkomentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *