Alur dan Kisah Lengkap Si Doel Anak Sekolahan Sampai Tamat

Sangat jarang saya menonton serial tv Indonesia (baca sinetron) pembaca tahu sendiri bagaimana kualitas serial tv kita sekarang. Namun di era 90an Indonesia pernah mempunyai sinetron atau serial yang sangat berbobot dan saat ini layak disebut sebagai sinetron legendaris Indonesia sepanjang masa, ya SI Doel Anak Sekolahan adalah sinetron yang membekas di hati masyarkat Indonesia yang pernah merasakan indahnya masa 90an. Sinteron ini tak hanya menghibur melainkan juga memiliki nilai cerita yang dalam dan dapat dipelajari mulai tingkah laku para tokohnya, hingga permasalahan yang dialami oleh karakter yang ada.

Agustus 2018 Rano Karno berencana untuk merilis Si Doel The Movie sebagai kelanjutan cerita Si Doel sekaigus menjawab misteri kenapa Sarah menghilang ke Belanda dan pada akhirnya Si Doel akan memilih siapa. Memang, agak aneh ketika usia si Doel dan kedua pujaan hatinya itu sudah tidak muda lagi kok masih mengurus cinta-cintaan, namun nampaknya Rano Karno ingin memberikan alasannya dalam film tersebut nanti kenapa bisa jadi demikian.

Nah, dikarenakan info tentang Si Doel di internet cukup minim, padahal sinetron ini adalah sinetron sepanjang masa dan mempunyai penggemar yang banyak, maka saya akan mencoba me-recap cerita Si Doel menurut sepengatahuan saya.

Awal 90an merupakan masa di mana Indonesia akhirnya mempunyai stasiun swasta dengan hadirnya RCTI pada 1989. Awal 90an bermunculan stasiun TV lain dan dimulai era baru setelah puluhan tahun Indonesia hanya memiliki satu stasiun televisi, TVRI. Ketika itu acara-acara TV di Indonesia didominasi oleh acara-acara dari barat khsusnya serial tv dan film import dari Amerika Serikat. Sinetron Indonesia dulu jumlahnya sangat minim dan tayang seminggu sekali.

Rano Karno pada era itu sudah punya nama besar setelah menjadi salah satu aktor terbaik di tanah air lewat film-film yang dibintanginya di era 80an. Rano juga sudah membintangi Si Doel Anak Betawi pada tahun 1972 ketika beliau masih kecil bersama dengan Benyamin S. Si Doel Anak Betawi diangkat dari novel karangan Aman Datoek Madjoindo. Dalam wawancara di salah satu acara talk show, Rano Karno mengatakan bahwa Si Doel Anak Sekolahan tidak ada kaitan cerita dengan Si Doel Anak Betawi dan SDAS adalah versi modern dari SDAB dan cerita SDAS juga tidak ada dalam novelnya.

Dalam acara talk show saya juga pernag menonton Rano Karno juga mengatakan kalau proses pengajuan sinetron SDAS tidaklah mudah dan beliau harus berjuang selama 6 bulan untuk meyakinkan pihak stasiun tv, dalam hal ini RCTI untuk menayangkan SDAS. Awalnya RCTI hanya memberikan slot saat malam hari di bulan Ramadhan di mana saat itu jam tayang tersebut ratingnya cukup rendah.

1. Season 1 (1993)

Season 1 hanya berjumlah 6 episode karena pada saat itu Rano Karno selaku sutradara sekaligus produser tidak akan tahu bahwa SDAS akan sukses besar. Cerita musim pertama ini berfokus pada Si Doel yang sedang kuliah di fakultas teknik mesin. Si Doel adalah anak betawi asli yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya Sabeni (Benyamin S) mencari nafkah dengan cara narik oplet miliknya dengan dibantu oleh pamannya Si Doel, Mandra. Terkadang Si Doel juga ikut narik oplet ketika pulang kuliah. Ibunya Si Doel, mpok Lela (Aminah Cendrakasih) jualan di warung kecil-kecilan di depan rumahnya. Selain itu, babe Sabeni juga punya rumah kecil yang dikontrakan dan pengontraknya adalah Mas Karyo (Basuki) yang berprofesi sebagai penjual kain batik keliling, Mas Karyo berasal dari Pekalongan.

Suatu hari, Si Doel sedang narik oplet dan Mandra menjadi kernetnya, karena terjadi suatu insiden, oplet yang dikendarai Doel tak sengaja mobil mewah yang ternyata adalah Sarah (Cornelia Agatha). Di sinilah awalnya Doel bertemu dengan Sarah yang merupakan wanita kaya namun baik hati. Dari pertemuan ini Sarah merasa tertarik pada Doel dan ingin menjadikannya bahan skripsi kuliahnya, karena Doel dianggap unik, seorang anak betawi yang mau narik oplet namun mampu sekolah di perguruan tinggi. Inti dari season 1 adalah perjuangan Si Doel kuliah dan pertemuan serta awal hubungannya dengan sarah. Mas Karyo awalnya hanya dimunculkan sebagai karakter pendukung namun karena kehadirannya mampu memberikan warna tersendiri dan hubungannya dengan Mandra dan babe yang mengundang tawa, maka karakter Mas Karyo dijadikan karakter tetap.

Season 1 berakhir ketika Doel lulus kuliah dan hubungannya dengan Sarah baikan setelah sebelumnya terjadi konflik akibat kesalahpahaman dan hadirya Roy.

2. Season 2 (1994)

Rating yang sangat tinggi dan mendadak menuai kepopuleran, pihak RCTI meminta untuk ada lanjutannya. Dibuatlah season kedua yang kali ini episodenya melonjak menjadi 26 episode dengan jam tayang seminggu sekali pada jam tayang prime time. Kali ini dimunculkan tokoh baru bernama Zaenab (Maudy Kusnaedi) yang merupakan teman sedari kecil Doel dan sudah dijodohkan dengan Doel, padahal babe sabeni tidak setuju. Pun begitu bagi ibunya Zaenab yang tidak suka dengan Doel karena Doel miskin dan dia mengharapkan atau bahkan menjodohkan Zaenab menikah dengan orang kaya seperti Jaja atau Ahong. Ayahnya Zaenab juga demikian. Sementara Sarah pergi ke Belanda setelah kuliahnya lulus. Cerita karakter lain juga mulai dikembangkan di musim kedua ini, mulai dari Mandra dengan Munaroh yang kisah cintanya rumit. Mas Karyo dengan tingkah kocaknya selalu berantem dengan Mandra dan dimarahi babe, dan Mas Karyo juga  mulai PDKT pada Atun (Suti Karno). Musim kedua berfokus pada Doel yang kesulitan mencari kerja dan hubungannya dengan Zaenab yang rumit karena terhalang oleh keadaan.

3. Season 3 (1995)

Musim kedua rating SDAS semakin tinggi dan penonton penasaran dengan kisah Doel dan kembalinya Sarah dari Belanda. Musim ketiga mempunyai 38 episode dan perkembangan cerita semakin luas dengan menggali karakter-karakter lain seperti Mandra dan Mas Karyo. Kemudian yang menjadi fokus cerita musim ketiga ini adalah Si Doel dihadapkan dua wanita yang sama-sama jatuh cinta padanya, Sarah yang kembali dari Belanda, dan Zaenab yang galau karena perjodohannya dengan Ahong. Selain itu Doel juga mulai merasakan lika-liku dunia kerja. Dalam musim ketiga ini, Benyamin S meninggal hingga tokoh babe sabeni juga diceritakan meninggal yang membuat Doel terpukul. Akhir cerita musim ketiga, Doel diterima magang di swiss selama tiga bulan. Episode Doel berangkat ke Swiss merupakan episode paling tidak bisa dilupakan bagi saya. Selain itu, beberapa cerita lain juga semakin kompleks, misalnya Mas Karyo yang melamar Atun dan Mandra yang selalu gagal dalam urusan cinta. Oh iya, enkong (Haji Tile) juga banyak berperan dalam musim kedua dan ketiga

4. Season 4 (1997)

Musim keempat mempunyai 11 episode dan berfokus pada kehidupan Doel yang pulang dari Swiss dan hubungannya dengan Sarah. Saya sendiri sedikit lupa alur cerita season 4 namun yang jelas di akhir episode, hubungan Doel dan Sarah semakin dekat dan menyatu sedangkan Zaenab terus membayangi mereka berdua. hehehe..

5. Season 5 dan 6 (2000 dan 2004)

Si Doel sudah mulai menuai keberhasilan atas hasil kerja kerasnya, dan Atun dan Mas Karyo sudah menikah. Di akhir episode. Zaenab menikah dengan orang lain sementara Si Doel dan Zaenab akhirnya naik ke pelaminan. Akhir dari Si Doel sebenarnya mengharukan dan berakhir bahagia. Namun dilanjutkan dengan Si Doel Anak Gedongan pada 2005 yang berakhir dengan perginya Sarah ke Belanda.

FTV Si Doel Anak Pinggiran (2011)

Berbeda dengan sinetronnya, FTV SDAP yang tayang pada malam takbiran Lebaran 2011 mempunyai nuansa yang ‘dark’ sehubungan dengan sebagian pemainnya yang sudah berpulang, Doel yang sudah tidak muda lagi, nganggur, dan kurangnya humor selain Mandra yang masih setia dengan tingkahnya yang kocak. Berfokus pada Doel yang setelah bertahun-tahun lamamya ditinggal oleh Sarah ke Belanda dan diusir oleh mertuanya. Doel mulai mempertimbangkan Zaenab yang memang sudah menjanda. Akhir cerita Doel dan Zaenab menikah namun pada saat yang bersamaan, Doel kedatangan anaknya dari Sarah dan memanggilnya bapak. Selesai. Pada saat FTV berakhir muncul tulisan “Insya Allah ada lanjutannye..” Namun lanjutan tersebut terhalang oleh terpilihnya Rano sebagai Wagub Banten pada 2012 dan setelah Pilkada 2017 yang lalu, Rano Karno lebih memilih kembali ke dunia seni dan ingin melanjutkan cerita Si Doel lewat Si Doel The Movie dan setelah itu direncanakan akan membuat sinetron barunya dengan generasi terbaru.

Sinetron ini memang mempunyai nilai dan kualitas yang bagus, terlihat sangat natural dan nyata. Bahkan kita bisa meihat keluarganya Doel seperti keluarga sungguhan. Semua itu dikarenakan SDAS dibuat secara jujur dan dengan cerita yang sangat realistis.

Oke, sampai di sini dulu pembahasannya. Mohon maaf apabila alurnya kurang lengkap, karena saya sendiri juga lupa bagaimana alur cerita yang benar-benar utuh.

 

 

Comments

  1. By cotrans

    Balas

    • By Hilman Sky

      Balas

  2. By Aulia Novitasari

    Balas

    • By Hilman Sky

      Balas

  3. Balas

  4. By Anggita Agito16

    Balas

  5. By Pasya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi