Teknologi

7 Mitos Yang Tidak Benar Tentang Xiaomi

Sebagai salah satu vendor smartphone dan peralatan elektronik asal tiongkok, Xiaomi terkenal dengan harganya yang murah tetapi menawarkan spesifikasi yang gahar dan mumpuni. Sebut saja dengan RAM yang besar dan kapasitas baterai yang tak tanggung-tanggung. Selain itu Xiaomi mempunyai fans yang sangat loyal layaknya fanboys Apple, maka tak heran jika Xiaomi dijuluki Apple dari timur. Namun seiring berjalannya waktu setelah Xiaomi beredar di Indonesia, banyak sekali rumor dan isu yang berkembang, tentu saja isu tersebut tidak semuanya benar. Berikut adalah mitos yang tidak benar tentang Xiaomi.

1. Smartphone Xiaomi Murahan

Ini tentu saja sama sekali tidak benar. Xiaomi dipasarkan dengan harga miring bukan berarti perusahaan mengorbankan kualitas dan build quality yang ada. Xiaomi dikenal sebagai brand yang sangat menjaga ketat quality control. Smartphone yang dipasarkan harus benar-benar teruji kualitasnya dan terjamin dengan garansi yang diberikan. Sementara itu Xiaomi memang hanya mengeruk keuntungan yang sedikit dari penjualan, mengingat margin harga produksi dan harga jual yang tipis.

2. Xiaomi Tidak Terkenal

Ini merupakan yang tidak benar sama sekali. Xiaomi walaupun brand yang terbilang baru dibandingkan dengan kompetitornya, tapi perkembangannya sangat pesat dan sempat menjadi nomor satu di Tiongkok. Xiaomi melakukan ekspansi penjualan hingga seluruh dunia khususnya pasar Asia. Xiaomi adalah brand global, bukan vendor lokal yang hanya dijual di satu negara saja.

3. Xiaomi Tidak Mampu Untuk Beriklan

Tentu saja ini adalah mitos. Xiaomi memang sengaja tak mau beriklan di televisi ataupun membayar artis papan atas untuk menjadi brand ambassador karena akan berdampak pada biaya produksi dan pemasaran yang membengkak dan akhirnya harga jual menjadi mahal. Xiaomi punya caranya sendiri untuk mempromosikan produknya.

4. Vendor Tidak Mempunyai Keuntungan

Itu salah, Xiaomi memang menjual smartphone-nya dengan harga yang miring, bahkan bisa setengah dari harga brand lain. Tapi bukan berarti Perusahaan tidak punya keuntungan. Mereka tetap mempunyai keuntungan meski tidak sebanyak vendor lain yang menjual produknya dengan harga yang lebih mahal. Meski demikin Xiaomi tetap memprioritaskan kualitas.

5. Mudah Rusak

Salah besar jika menyebut Xiaomi mudah rusak. Semuanya adalah tergantung bagaimana pengunaan dari si pemilik smartphone. Kebanyakan kerusakan terjadi karena kesalahan dalam pengunaan. Jadi gunakanlah smartphone dengan bijak.

6. Rusak Setelah 5 Kali Restart

Entah dari mana mitos konyol ini berasal, tentu saja Xiaomi tidak akan rusak semudah itu walaupun beberapa kali perangkat direstart. Sangat tidak masuk akal jika smartphone direstart akan rusak, kecuali bootloop yang disebabkan oleh kesalahan dalam flashing custom ROM, itupun masih bisa diperbaiki.

7. Xiaomi Mudah Panas

Untuk yang satu ini tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi semuanya bergantung pada pemakaian. Tapi sangat salah jika menyebutkan semua varian Xiaomi pasti mudah panas. Karena semakin ke sini Xiaomi sudah memperbaiki bug di hardware di beberapa smartphone keluaran terbarunya.