Review Movie, Superhero

Review: Wonder Woman (2017), Sang Penyelamat DCEU

Setelah dihantam kritikan bertubi-tubi lewat tiga film DC Extended Universe (DCEU) sebelumnya, akhirnya lewat Wonder Woman inilah DCEU akhirnya mampu sejajar dengan dengan Marvel Cinematic Universe (MCU). Seperti yang terlihat di situs rottentomatoes com, Wonder Woman menerima tanggapan positif dari para kritikus film dunia. Saat artikel ini ditulis, skor Wonder Woman di Rotten Tomattoes adalah 94℅, sementara di situs IMDb com film Wonder Woman ini memiliki ratting 8.5/10. Film ini adalah film pertama DCEU yang menerima tanggapan positif. Lalu seperti apa dan sebagus apakah film ini?
Seperti yang dilansir di situs nationalreview.com, Wonder Woman adalah film yang sangat bagus sekaligus menjadi ‘penghapus kesalahan’ di tiga film DCEU sebelumnya. Saya sendiri sudah menonton film ini dan kesan setelah menontonnya adalah “Wow!”, kisah pahlawan super wanita ini memang layak untuk diacungi jempol

Disutradarai oleh Patty Jenkins, film ini Dibuka oleh adegan masa kini selaku satu-satunya penghubung dengan keseluruhan DCEU, Diana Prince (Gal Gadot) mengingat kembali masa lalunya, sejak ia dibesarkan sebagai Puteri di Themyscira, pulau di mana hanya ada perempuan. Sejak kecil Diana terobsesi berlatih bela diri setelah mendengar banyak cerita sang ibu, Hippolyta (Connie Nielsen) tentang peperangan para dewa. Diana akhirnya tumbuh menjadi ksatria Amazon perkasa, sampai kedatangan Kapten angkatan udara Amerika Serikat, Steve Trevor (Chris Pine), membawanya ke dunia manusia di mana Perang Dunia I tengah pecah guna memenuhi takdirnya yang selama ini tidak Diana ketahui.

Sulit untuk tidak merasakan sensasi keseruan dan menegangkan sepanjang film ini berlangsung, sang sutradara yang memang seorang wanita tahu betul bagaimana caranya membuat superhero wanita terlihat sebagai mana mestinya. Film ini juga menekankan bahwa wanita bisa sejajar dengan pria dan memperlihatkan pesona seorang Gal Gadot memerankan Diana alias wanita cantik yang perkasa. Bukan hanya memamerkan kecantikan dan kekuatan, film ini juga menawarkan kualitas naskah yang mumpuni dan plot yang padat serta adegan-adegan yang tidak terduga.
Wonder Woman adalah superhero wanita yang paling terkenal, tidak heran jika DC menggarap film ini seserius mungkin, sepanjang 141 menit kisah mengalir dengan porsi pengenalan karakter, konflik dan klimaks yang pas. Dengan berbagai adegan aksi khas DCEU yang dipenuhi oleh CGI kualitas tinggi, penonton benar-benar diajak untuk mengenali dunia sang pahlawan wanita ini, hingga kita lupa bahwa Wonder Woman masih salah satu bagian dari DC Extended Universe.
Tidak heran jika berbagai media menyebut Wonder Woman sebagai penyelamat DC Extended Universe karena memang film ini berbeda dengan film-film sebelumnya. Selipan humor di tengah tegangnya cerita juga tak ragu ditampilkan menjadikan film ini semakin menarik.
Dengan kesuksesan Wonder Woman, tentunya para penggemar DC bisa berharap proyek Justice League dapat lebih baik dan bisa bersaing dengan Marvel Cinematic Universe