Inilah Sejarah dan Fakta Liga Indonesia Pertama 1994/95

Seperti yang diketahui bersama jika sebelum Liga Indonesia dimulai, kompetisi teratas sepakbola Indonesia dibagi menjadi dua kubu. Perserikatan yang diikuti oleh klub-klub berplat merah dan Liga Sepakbola Utama (Galatama) yang diikuti oleh klub-klub semi profesional yang dijalankan oleh perusahaan nasional. Semua itu bertahan hingga tahun 1994 dan pada tahun tersebut PSSI memutuskan untuk melebur Perserikatan dan Galatama menjadi satu dengan nama Liga Indonesia. Kompetisi Perserikatan tahun 1994 merupakan Perserikatan yang terakhir kali dilaksanakan dan Persib berhak menyimpan trofi Perserikatan untuk selama-lamanya setelah juara di tahun tersebut. Kompetisi musim 1994/95 adalah Liga Indonesia yang pertama kali dilaksanakan, berikut adalah fakta dan sejarahnya seperti yang dilansir dari data laman rsssf.com (28/7/2017).

1. Kompetisi Liga Indonesia I (1994/95) Dimulai pada tanggal 27 November 1994 dengan nama Liga Dunhill Indonesia untuk keperluan sponsor, pertandingan pembuka mempertemukan Pelita Jaya melawan Persib Bandung. Pada saat itu Persib harus takluk 1-0 dari tuan rumah Pelita Jaya di pertandingan pembuka ini.

2. Liga Indonesia I diikuti oleh 34 tim hasil gabungan klub Perserikatan dan Galatama yang dibagi menjadi dua wilayah (barat dan timur) masing-masing wilayah diisi oleh 17 tim dengan sistem komeptisi penuh untuk setiap wilayah. Empat tim teratas dari masing-masing wilayah akan melaju ke babak 8 besar dengan sistem grup. Dua tim terbawah dari masing-masing wilayah harus terdegradasi ke Divisi I.

3. Liga Indonesia I sangat didominasi oleh klub-klub eks Galatama, terbukti dari 8 tim yang lolos ke babak 8 besar 7 klub di antaranya adalah mantan peserta Galatama dan hanya Persib Bandung klub satu-satunya dari eks Perserikatan yang berhasil lolos ke 8 besar dan secara mengejutkan keluar sebagai juara menjungkalkan satu persatu jagoan Galatama yang saat itu diperkuat pemain asing.

baca juga:  4 Bukti Jika Real Madrid Lebih Baik Dari Barcelona

4. Widodo C Putro dari Petrokimia Putra terpilih menjadi pemain terbaik sementara Peri Sandria dari Bandung Raya berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan 34 gol. Peri Sandria adalah pemain dengan pencetak gol terbanyak dalam satu musim di Liga Indonesia yang sampai saat ini sulit untuk dipecahkan rekornya.

5. Klub yang berhasil masuk ke babak semifinal adalah Persib Bandung, Petrokimia Putra, Barito Putra dan Pupuk Kaltim. Persib Bandung berhasil menundukan Barito Putra dengan skor 1-0 di Stadion Utama Senayan (Sekarang SUGBk) sementara Petrokimia juga berhasil mengalahkan Pupuk Kaltim dengan skor yang sama.

6. Babak final yang mempertemukan Petrokimia Putra melawan Persib Bandung di Stadion Utama Senayan berlangsung pada 30 Juli 1995 dan dihadiri oleh sekitar 90.000 penonton dan bahkan penonton berdesakan hingga keluar stadion. Disiarkan di TVRI malam pertandingan final itu disaksikan oleh jutaan pasang mata di seluruh tanah air. Stadion Utama Senayan pada saat itu didominasi oleh warna biru bobotoh. Pada menit ke 76 Sutiono Lamso mencetak gol untuk Persib Bandung dan bertahan hingga menit ke 90. Persib Bandung keluar sebagai kampiun Liga Indonesia edisi perdana, sang kapten Robby Darwis pun didaulat untuk mengangkat trofi di Podium. Persib saat itu dilatih oleh Indra Thohir dan asistennya Djadjang Nurdjaman. Sementara di Petrokimia Jackson F. Thiago masih menjadi pemain yang dikenal sebagai salah satu pemain asing terbaik pada era tersebut.

7. Pemegang hak siar Liga Indonesia I adalah TVRI dengan Dunhill sebagai sponsor utama. Tercatat, Liga Indonesia I merupakan penyelanggaraan Liga Indonesia yang paling bersejarah dengan banyaknya penonton yang datang ke stadion dan jarang terjadi kerusuhan. Rivalitas Pendukung Persib dan Persija saat itu juga belum ada (Jakmania belum didirikan dan Viking baru saja lahir) Kedua pendukung juga masih damai-damai saja dan tidak ada perselisihan yang berarti. Sebagai juara, Persib Bandung masuk Liga Champions Asia dan berhasil melaju hingga babak perempat final.

baca juga:  4 Bukti Jika Real Madrid Lebih Baik Dari Barcelona

Artikel Seru Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi