Anime, Review Movie

Review: Your Lie In April “live action” (2016)

Setelah sekian bulan saya tidak menonton film-film buatan negeri sakura, akhirnya saya bisa menonton lagi lewat film yang sebenarnya sudah dirilis dari tahun lalu, namun saya kesulitan untuk menontonnya karena seperti kebanyakan film Jepang lainnya, film ini tidak ditayangkan di bioskop Indonesia. Jadi ya terpaksa nunggu di “bioskop ponsel”. Dan akhirnya Your Lie In April live action muncul juga dvdrip-nya.

Sebagaimana diketahui Your Lie April atau Shigatsu Wa Kimi no Uso adalah manga shounen bertema musik yang dikarang oleh Naoshi Arakawa dan dipublish pada tahun 2011 hingga 2015. Sementar versi animenya tayang di Jepang dari tahun 2014 sampai Maret 2015 dan langsung mendapatkan popularitas yang tinggi di seluruh dunia dikarenakan mempunyai cerita yang membuat orang-orang digaruk-garuk perasaannya.

Film ini tayang di Jepang pada bulan September 2016, tapi film ini kalah telak oleh Your Name (Kimi no Nawa).

Ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan versi anime dan manganya, yaitu jika dalam versi anime & manganya berlatar di SMP maka dalam versi live actionnya ini para tokohnya duduk di bangku SMA agar lebih terasa realistis. Disutradarai oleh Tekehiko Shinjo, sutradara yang sudah menangani beberapa film yang diangkat dari anime.
Untuk pemeran Kousei Arima diberikan kepada sang pangeran Shoujo, Kento Yamazki yang akhir-akhir ini sedang naik daun karena banyak sekali film-film live action yang sudah dibintanginya dan aktor muda pujaan gadis-gadis di Jepang itu memang dirasa sangat cocok untuk memerankan tokoh Kousei yang berkacamata.Si cantik Suzu Hirose, aktris muda Jepang yang juga tengah meroket karirnya di industri hiburan Jepang didapuk untuk memerankan Kaori Miyazono, gadis yang pandai bermain biola. Lagi-lagi Suzu adalah pilihan yang pas untuk memerankan Kaori. Sementara peran Tsubaki Sawabe dan Watari diperankan oleh Anna Ishii dan Taishi Nakagawa.

Berkisah tentang Kousei Arima (Kento Yamazaki) seorang pianis muda terkenal Jepang yang mempunyai skill di atas rata-rata dan prestasi yang  luar biasa harus menderita trauma yang sangat mendalam setelah kematian sang ibu saat dia berada di puncak karirnya di usia yang masih sangat muda. Kousei tinggal bersama bibinya setelah ibunya meninggal, dan dia mempunyai sahabat sekaligus tetangganya yang sudah dekat sejak mereka kecil, Tsubaki Sawabe (Anna Ishii) dan satu lagi sahabat di sekolahnya, Ryota Watari (Taishi Nakagawa). Suatu hari Tsubaki mengenalkan Kousei dengan Kaori Miyazono (Suzu Hirose) yang seorang violinis yang sebenarnya satu sekolahan dengan mereka. Pertemuan Kousei dengan Kaori ini menjadikan kisah yang akan tak terlupakan karena mengubah hidup Kousei Arima. Di mana Kaori mencoba untuk mengeluarkan Kousei dari keterpurukan dan trauma pasca tragedi yang menimpanya. Kousei yang saat itu mengalami trauma psikologis berupa sulit mendengar nada piano dan membuatnya tidak bisa bermain piano dengan baik mengingat rasa bersalahnya atas kematian sang ibu yang sudah mendidiknya dengan sangat keras.

Kaori berusaha untuk mengembalikan Kousei ke dunia musik, secara perlahan keduanya semakin hari semakin dekat setelah Kousei terpesona dengan permainan biola dari Kaori. Kousei lama-lama menyukainya tapi tak bisa mengungkapkan perasaannya karena yang dia tahu adalah Kaori menyukai Watari. Kisah cinta menjadi rumit karena Tsubaki sudah lama mencintai Kousei tapi Kousei tidak pernah peka.

Mungkin bagi yang sudah nonton animenya mudah sekali menebak jalan ceritanya karena memang sangat sama dan nyaris tidak ada perbedaan sama sekali termasuk dengan penyakit yang diderita oleh Kaori. Jika di dalam animenya berjumlah 22 episode yang kebanyakan konfliknya berputar-putar di situ saja maka dalam live action-nya ini dipersingkat tapi masih jelas dan mengena. Walaupun perkembangan karakter dari Kousei Arima dirasa terlalu cepat namun itu sangat wajar mengingat terbatasnya durasi. Kento Yamazaki memang bukanlah aktor yang hanya sekedar jual tampang saja, dia punya bakat akting yang baik dan semakin banyak film yang dibintanginya. Kento yang biasanya memerankan pria muda populer di sekolah yang cool dan tamvan di film ini berhasil menjadi pianis muda berkacamata dengan penderitaan yang disimpan di dalam hatinya. Suzu Hirose, dia aktris super kawaii yang doramanya sudah saya tonton semua memang sangat cocok menjadi Kaori Miyazono. Ana Ishii yang memainkan gadis yang cintanya dipendam dan tak terbalas juga bisa dibilang lumayan sedangkan Taishi yang memerankan Ryota Watari tidak terlalu menonjol tapi itu wajar karena dalam versi animenya karakter Watari juga tidak terlalu menonjol.

Momen-momen akhir saat Kousei dan Kaori memainkan piano dan biola bersama menjadi puncaknya walaupun adegan tersebut tidak sebagus dan seemosional versi animenya. Seeandainya saya belum pernah nonton versi animenya mungkin saya bisa lebih menikmati film ini dengan alur ceritanya. Overall, versi live action ini bisa dikatakan cukup bagus dan bisa untuk mengulangi “baper” yang sebelumnya pernah dirasakan dalam animenya.

 

Related posts: