Review: Superman Returns (2006)

Mungkin bagi para reader dan subscriber blog saya akan mengerutkan kening, kok mereview film hits yang sudah terlewat jauh? Ini karena saya lagi semangat-semangatnya saja membahas tentang Superman. Setelah sebelumnya saya mereview Superman (1978) dan Superman II (1980) maka di sini saya akan mereview film yang pada tahun 2006 lalu menjadi hype, Superman Returns (2006).

Pada awal tahun 2000an dunia perfilman superhero digempur oleh rentetan film-film Marvel yang menuai kesuksesan secara finansial sebut saja X-Men dan Spider-Man. Warner Bros dengan DC berpikir untuk membangkitkan kembali Superman dari kuburnya pasca kegagalan Superman IV: Quest For Peace (1987). Ambisi ini tentu saja pada saat itu langsung menjadi sorotan media masa dan fans Superman sendiri, mengingat ini adalah langkah  berani yang diambil oleh Warner Bros. Proyek besar ini menjadi prioritas tertinggi Warner Bros pada tahun 2004  apalagi pasca meninggalnya Christopher Reeve, karena tidak mau gagal, pihak studio hanya mau film ini ditangani oleh sutradara yang sudah punya nama besar dan berpengalaman. Nama Tim Burton (Batman, Alice In Wonderland) sempat menjadi pertimbangan namun karena berbagai alasan, Tim Burton tidak bisa menggarap film ini. Akhirnya pihak studio nekat “membajak” Bryan Singer yang saat itu tengah bersinar berkat suksesnya X-Men (2000), X2 (2003). Penunjukan Singer sebagai sutradara saat itu cukup mengejutkan karena Singer sedang menunggu kontrak untuk mengerjakan film X-Men 3. Bryan Singer dengan semangat langsung mengambil tawaran langka tersebut dan dengan cepat pada bulan Juli 2004 dia mulai memproduksi filmnya dari awal.

Singer memegang kendali penuh untuk pembuatan film ini, dia melakukan casting untuk mencari siapa yang layak menggantikan Christopher Reeve mengenakan kostum Superman dan menjadi anak Krypton, dan pilihan itu jatuh kepada Brandon Routh, seorang aktor yang tidak terkenal sama sekali. Singer merasa wajah dan kharisma Routh mirip dengan Christopher Reeve. Sementara tokoh Lex Luthor yang sebelumnya diperankan oleh Gene Hackman, Singer menunjuk aktor senior yang sudah punya nama mengingat sulitnya memerankan tokoh penjahat botak ini. Dia adalah Kevin Spacey, seorang aktor watak yang semakin bersinar karirnya setelah membintangi film Usual Suspect. Sementara untuk Lois Lane diperankan oleh Kate Bosworth. Singer juga menyampaikan kalau kisah Superman Returns adalah lanjutan dari Superman I dan II dengan mengabaikan semua kejadian di film Superman III dan IV. Singer kemudian meminta pihak studio untuk merevisi bagian-bagian dari Superman II agar nyambung dengan Superman Returns, maka dari itu Richard Donner yang menjadi film Superman pertama dan 75% film Superman II melakukan editing di film Superman II, sehingga munculah Superman II: Richard Donner Cut yang dirilis dalam bentuk DVD sebelum Superman Returns dilempar ke bioskop. Sekedar informasi Superman II pada awalnya disutradarai oleh Richard Donner namun saat film mencapai 75% dia dipecat dan digantikan oleh Richard Lester. Versi Lester dianggap terlalu ngaco sehingga harus ada cut versi Richard Donner.

baca juga:  Review: Isshuukan Friends (One Week Friends) Live Action (2017)

Ceritanya berlatar lima tahun setelah kejadian di Superman II, sebagaimana diketahui Superman pergi ke Planet Krypton setelah para antariksawan menemukan serpihan planet tersebut. Superman memutuskan untuk pergi ke sana untuk memastikan apakah planetnya benar-benar hancur atau tidak. Superman (Brandon Routh) tidak menemui apa-apa di sana karena planet Krypton memang sudah benar-benar lenyap dan dia memutuskan untuk kembali ke Bumi. perjalanan dari Bumi ke Krypton pulang-pergi ternyata membutuhkan waktu lima tahun. Seperti yang diketahui, pada akhir film Superman II Lex Luthor masih hidup dan dia baru saja kabur dari penjara. Lex Luthor dikeluarkan dari penjara karena tidak ada Superman sebagai saksi yang kuat atas kejahatannya di film Superman pertama. Lantas Lex Luthor (Kevin Spacey) melanjutkan renacana sintingnya untuk menguasai dunia dengan cara menggunakan Kryptonite dan menenggelamkan seluruh dunia dan semua manusia tunduk padanya. Superman kembali menggunakan roket ke bumi kemudian saat terjadi insiden kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh Lois Lane (Kate Bosworth) dan saat itu juga Superman datang menyelamatkan semuanya dan mendaratkan pesawat di lapangan Baseball semua orang bersorak gembira dengan kembalinya Superman dan besoknya Headline koran Daily Planet langsung menuliskan artikel “SUPERMAN RETURNS”. Ternyata banyak yang berubah setelah Superman kembali ke bumi setelah lima tahun lamanya menghilang, Metropolis kembali meninggi angka kriminalitasnya dan Lois Lane, wanita pujaan hati Superman/Clark Kent ternyata sudah menikah dengan Richard White (James Marshden) dan dikarunai seorang anak laki-laki, Lois memutuskan menikah karena merasa dicampakan Superman selama bertahun-tahun namun sebenarnya dia masih mencintai Superman, dan di sinilah konflik romantismenya. Bahkan Lois menulis artikel berjudul ” Mengapa Dunia Tak Butuh Superman” dan mendapatkan penghargaan bergengsi atas tulisannya tersebut.

baca juga:  [Review] Kong: Skull Island (2017)

Saat pertama kali film ini dirilis banyak pihak yang menyambut dengan antusias namun tidak sedikit pula yang pesimis akan hal itu, karena membuat sekuel dengan jarak yang cukup jauh rilisnya serta pergantian semua pemainnya dirasa terlalu dipaksakan. Dan memang benar terlalu banyak hal yang mengganjal terutama masalah konsistensi plot dan akting pemain walaupun saya tidak bisa mengatakan kalau para pemain di sini aktingnya buruk.Brandon Routh secara fisik memang sedikit mirip dengan mendian Crishtopher Reeve tapi akting yang khas dari Reeve tak mampu ditirunya dan malah terlihat aneh karena dia masih terlihat seperti remaja. Kemudian akting Kevin Spacey sebagai Lex Luthor juga menjadi sorotan, Spacey dianggap membawakan karakter Lex Luthor terlalu berbeda dengan versi Gene Hackman. Lex Luthor versi Spacey memang terlihat lebih dark dan serius dibandingkan dengan Gene Hackman yang terlihat agak gila dengan guyonan-guyonannya namun tetap bengis. Kemudian sedikit plot hole namun cukup mengganggu adalah setting waktu yang membingungkan, setting Superman II seperti yang kita ketahui adalah tahun 1980 dan berarti setting tahun di Superman Returns adalah 1985 tapi kenapa di tahun 85 sudah ada ponsel secanggih di tahun di 2006?

Singer memang waktu itu tengah bersinar lewat dua filn X-men namun sayangnya, dia tidak membawa kesuksesan yang sama di dua film tersebut dalam film besar ini. Superman Returns dirasa lebih serius daripada Superman I dan Superman II dan lebih menekankan ke sisi dramanya. Visual efek yang lebih canggih menjadi kelebihan tersendiri dan dapat menutupi setidaknya beberapa kekurangan.

Kisah cinta antara Superman, Lois dan Richard malah lebih ditonjolkan dan diekspos secara besar-besaran dan sialnya, Lois masih memandang setelah mata pada superman yang sedang menjadi Clark Kent. Bahkan manusia super sempurna seperti Superman sekalipun mempunyai kisah cinta yang rumit.

baca juga:  Review: The Fate of  The Furious (2017)

Pada tahun 2006 film yang didedikasikan untuk Christopher Reeve dan Marlon Brando ini harus bersaing dengan X-Man: The Last Stand dan mendapatkan pendapatan yang sebenarnya sangat menguntungkan yaitu sekitar 400 juta dollar. Namun pihak Warner Bros membatalkan sukuelnya karena banyak tanggapan kurang memuaskan dari para kritikus, sedianya sekuel Superman Returns akan dirilis pada tahun 2009. Tapi pada tahun tersebut Warner Bros malah membuay proyek reboot Superman dan munculah Man Of Steel (2013) yang memperkenalkan Henry Cavill sebagai pemeran Superman yang baru.

Bagaimanapun Superman Returns tidak bisa disebut sebagai film yang gagal, hanya saja Bryan Singer tidak mampu membuat kisah lanjutan Superman yang bisa disukai semua orang. Alur yang terlalu serius dan lambat membuat film ini mendapatkan tanggapan yang beragam. Saya sendiri menilai film ini cukup bagus namun memang agak hambar.

Artikel Seru Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi