Review Movie, Superhero

Review: Superman (1978)

Jauh sebelum film-film superhero menjamur dan laris seperti pisang goreng seperti sekarang, DC lah yang memulainya pada tahun 1978. Kala itu Superman hanya menjadi sebatas imajinasi dalam bentuk adaptasi serial animasi dan serial televisi dengan kualitas yang menyedihkan hingga DC yang bekerjasama dengan Warnes Bros membuat dunia perfilman heboh dan menggemparkan dengan mengangkat kisah asal-usul Superman ke layar lebar untuk pertama kalinya. Richard Donner adalah sutradara yang ditunjuk oleh pihak studio, seorang sutradara yang namanya saat itu tengah meroket. Donner berhasil membawa Superman ke level yang lebih tinggi dengan visual effect yang saat itu dirasa luar biasa dan spesial untuk ukuran film di tahun 1978. Tak tanggung-tanggung, DC juga menunjuk empat penulis naskah kelas wahid sekaligus, mereka adalah Mario Puzo,Lesie Newman, Robert Banton, dan David Newman.

Dari sini sangat terlihat jelas kalau DC sangat ambisius dan tidak main-main dalam proyek layar lebar pertamanya, terlebih Superman saat itu punya fans yang sangat fanatic dan besar serta disorot oleh berbagai media. Donner selaku sutradara menanggung tugas yang berat karena ini adalah proyek yang ditunggu-tunggu oleh fans Superman di seluruh dunia. Munculah Christopher Reeve, aktor panggung yang saat itu bisa dibilang karirnya sedang stagnan dan ditunjuk langsung untuk memerankan sosok Clark Kent alias Man of Steel alias Superman. Hasilya, Reeve menjadi sangat terkenal dan sampai saat ini disebut-sebut bahwa hanya dialah yang pantas dan mampu memerankan Superman.

Komposer musik kenamaan, John William yang sebelumnya menggarap soundtrack iconic Star Wars didaulat untuk menukangi skoring dan theme song di film ini, yang hasilnya adalah sebuah musik “Superman Theme” yang khas dan terkenal itu (sayangnya musik ini tidak digunakan di Man of Steel). Musik ini akan selalu identik dengan Superman yang dengan heroiknya menyelamatkan orang-orang dari kejahatan

Film ini diawali dengan adegan di planet Krypton ketika Jor-El (Marlon Brando) memberikan bukti-bukti bahwa tiga penjahat Jenderal Zod (Terence Stamp), Ursa (Sarah Douglas) dan Non (Jack O’Halloran) telah melakukan pengkhianatan lalu mereka bertiga diberi hukuman dipenjara seumur hidup dalam penjara tiga dimensi yang disebut Panthom Zone. Dan saat itu juga Jor-El khawatir itu akan mengakibatkan mempercepat kehancuran planet Krypton yang saat itu memang sedang diambang kehancuran. Jor-el kemudian memutuskan untuk mengirim anaknya yang masih bayi dengan menggunakan roket. Kal-El dikirim ke Bumi dengan harapan dia akan menjadi kuat karena sinar matahari di galaksi dan melindungi manusia dari segala ancaman kejahatan, bersama dengan dikirimnya Kal-El ke Bumi, Krypton pun hancur dan tak tersisa. Kal-El ditemukan di sebuah ladang di Smallville oleh pasangan suami-istri yang belum punya anak Jonathan dan Martha Kent dan memberinya nama, Clark Kent. Jonathan dan Martha sangat amat menyayangi Clark Kent seperti anak mereka sendiri. Saat tumbuh dewasa Clark menyadari bahwa dirinya bukan manusia karena kekuatan yang ia rasakan dan mulai mempertanyakan siapa dia sebenarnya.

Tidak seperti Man of Steel yang sok gelap tapi penuh visual effect yang agak berlebihan, film pertama Superman ini tampil apa adanya dan memberitahu awal mula kelahiran Superman dan bagaimana dia menjadi Clark Kent di bumi. Tempo dalam film ini memang saya rasakan cukup lamban yaitu sekitar lima puluh menit untuk memperkenalkan awal mula kisahnya. Film ini menampilkan Lex Luthor sebagai musuh utama dari Superman yang diperankan denga sangat baik oleh Gene Hackman.  Di mana ia yang mengetahui sejak awal kalau Superman berasal dari planet Krypton dan tahu akan kelemahannya. Ilmuwan sinting tersebut melakukan eksperimen gila yang membahayakan banyak nyawa umat manusia dan Superman harus mencegahnya.

Dalam film ini juga diceritakan kalau Clark Kent jatuh cinta pada rekan kerjanya, Lois Lane (Margot Kidder) di Daily Planet, namun Louis tidak peka atau cuek pada Clark Kent dan terkesan menghindar. Saat pertama kali Superman muncul dan menyelamatkan dirinya, Louis jatuh cinta pada Superman tapi dia tidak tahu kalau Superman itu adalah Clark Kent. Ya, seperti itulah kisah klasik ala Superhero jaman dulu.

Berbicara masalah visual effect, Superman adalah film superhero pertama yang meraih piala oscar untuk kategori tersebut. Walaupun tentunya kalau ditonton pada zaman sekarang, Visual effect itu akan terlihat aneh, tetapi di masanya apa yang dilakukan Donner dengan membuat efek manusia terbang ketika itu dirasa spesial dan merupakan inovasi baru. Donner berhasil memvisualisasikan komik ke dalam bentuk live action, seolah-olah Superman tampak nyata. Film ini juga melambungkan nama Christopher Reeve dengan semua kharismanya yang sangat mirip dengan yang ada di komik. Sorot mata dan senyumannya sangat identik dengan Superman.

Secara cerita memang tidak ada yang spesial namun ceritanya sangat ringan  dan tidak perlu digelap-gelapkan seperti di film Man of Steel. Para penulis naskah melakukan tugasnya dengan baik dengan tidak menumpuk konflik terlalu banyak dan hanya berfokus pada awal mula Superman dan tindakan Lex Luthor yang gila.

Inilah film Superhero yang pertama ada, di saat itu film ini begitu dipuji oleh para kritikus dunia dan menghasilkan pendapatan yang sangat tinggi. Hingga Marvel mencoba menirunya dengan merilis serial televisi Hulk, Spiderman dll namun semuanya gagal total dan terlihat konyol. DC saat itu sedang dalam masa jaya. Film ini kemudian menghasilkan sekuel Superman II (1980) yang bisa dibilang lumayan berhasil. Namun sayangnya, dua sekuel terakhirnya, Superman iii dan iv bisa dibilang gagal. Kemudian pada tahun 2006 Superman Returns dirilis sebagai sekuel dari Superman II dan Superman III dan IV kisahnya dianggap tidak pernah ada. Superman Returns menampilkan Brandon Routh sebagai Superman yang dianggap mirip mendiang Christopher Reeve.

  • kimberly

    Lebih baik dari man of steel… imo