Review: Strangers On A Train (1951) Pertukaran Pembunuhan

Ternyata benar adanya jika di tahun 50an disebut sebagai golden age of Hollywood, banyak film-film dengan aktor-aktor berkualitas pada masa ini dan belum bergantung pada CGI serta masih banyak yang menggunakan format hitam-putih karena pada masa itu membuat film berwarna dengan menggunakan technicolor terbilang mahal untuk biaya produksinya.

Salah satu sutradara legendaris yang dijuliki The Master Of Suspense turut serta mewarnai era ini, tak lain dan tak bukan dia adalah Alfred Hitchcock, sembilan tahun sebelum karya fenomenalnya, Psycho (1960) tepatnya pada tahun 1951 filmnya yang berjudul Strange On A Strain berhasil membuat penonton fokus dan larut dalam ketegangan cerita yang dibuat dalam ciri khas Alfred Hitchcock sendiri. Film suspense ini masih menggunakan format hitam-putih dan pada saat itu meraih nominasi Oscar untuk sinematografi terbaik. Btw, Strangers On Strain adalah film ketiga Alfred Hitchcock yang saya tonton setelah Psycho (1960) dan Rear Window (1954). Kali ini saya harus mundur ‘naik mesin waktu’ untuk kembali ke tahun 1951.

Film akan diawali dengan adegan di dalam kereta api di mana seorang pemain Tenis terkenal bernama Guy Haines (Firly Granger) sedang dalam perjalanan menuju istrinya guna membicarakan masalah perceraian, Mirim (Laura Elliot). Saat dalam perjalanannya di kereta tersebut Guy bertemu dengan seorang pria aneh yang mengaku namanya adalah Bruno (Robert Walker). Bruno mengajak ngobrol Guy dan mencoba sok akrab dengannya dengan ngobrol ngalur ngidul kemudian Bruno membicarakan kehidupan pribadi Guy yang dia tahu dari media surat kabar bahwa Mirim melakukan upaya pemerasan atas skandal Guy dengan seorang putri senator, Anne Morton (Ruth Roman). Melihat hal ini Bruno menawarkan sesuatu yang gila pada Guy yaitu ‘swap murder’ atau pertukaran pembunuhan. Lebih jelasnya, Bruno akan membunuh istrinya Guy dan kemudian Guy harus membunuh ayahnya Bruno karena Bruno sendiri sangat membenci ayahnya, pertukaran pembunuhan ini dirancang untuk “menghilangkan motif”.  Apakah Guy menerima tawaran rencana edan ini?

baca juga:  Review: Ed Wood (1994) Penghormatan Untuk Sutradara Terburuk

Strangers On A Strain sendiri adalah film yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Patricia Highsmith yang terbit pada tahun 1950. Nuansa thriller yang menegangkan sudah disajikan di menit-menit awal mengingat dari awal cerita, konflik utama sudah diperkenalkan yaitu tentang rencana pembunuhan yang luar biasa cerdas guna menghilangkan motif.

Adegan sederhana namun mampu membangun ketegangan dan membuat jantung penonton berdebar selalu menjadi ciri khas dari Alfred Hicthcock, sebut saja adegan mengambil korek api yang jatuh ke dalam selokan di jalan raya, ini merupakan adegan yang amat sederhana namun mampu bikin nafas saya terhenti sejenak, itulah jeniusnya seorang Alfred Hitchcock.

Karakterisasi pun dirasakan kuat, di mana kita bisa melihat Guy Haines yang ingin bercerai dengan istrinya yang super matre dan setengah pelacur namun sulit dilakukan karena upaya pemerasannya dan juga jadi sulit menikah dengan Anne Morton, di sisi lain Bruno yang mempunyai sifat aneh sangat membenci ayahnya sendiri. Alur yang disajikan dalam film ini pun ternyata sulit ditebak dan jauh dari dugaan saya.

Urusan akting tidak perlu diragukan, era 50an merupakan gudangnya aktor dan aktris dengan skill tingkat dewa. Yang paling terlihat bersinar dalam film ini tentu saja Robert Walker, aktingnya sangat luar biasa dan mampu memerankan sosok Bruno yang seorang maniak psikopat dan dengan mudahnya memberikan teror hanya dari gestur tubuh dan ekspresi wajahnya kepada penonton, dua jempol untuk Robert Walker. 10 menit terakhir merupakan bagian terbaik dari film ini, di sinilah Alfred Hitchcock terus memompa adrenalin penonton sampai puncak, adegan ini saya rasa begitu spesial untuk ukuran film tahun 1951.

baca juga:  Review: Your Lie In April "live action" (2016)

Strangers On Strain (1951) memang bukanlah film Hicthcock yang terbaik karena nantinya masih ada rentetan film-film lainnya yang mempu melebihi keseruan dari film ini yaitu North by Northwest (1959). Akan tetapi film ini harus diakui mempunyai jalan cerita yang orisinil dengan akting yang maksimal dari para aktor legendaris di era keemasan Hollywood.

Artikel Seru Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi