Review: Lawrence Of Arabia (1962) Sosok Penting Dibalik Berdirinya Kerajaan Arab Saudi

Sebuah karya yang indah dan megah tidak akan lekang dimakan oleh zaman. Itulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk film menjadi salah satu epik sejarah terbesar dan termahal yang pernah dibuat. Lawrence Of Arabia adalah film biopic yang diangkat dari kisah Thomas Edwards Lawrence seorang perwira asal Inggris yang ditugaskan untuk meninjau negeri Arab saat terjadinya perang dunia pertama dan pada masa revolusi Arab. Film ini diganjar oleh 7 piala Oscar, termasuk untik film terbaik di tahun 1962. T.E Lawrece adalah orang yang berperan besar dalam memprovokasi bangsa Arab untuk melawan kesultanan Ottoman Turki yang berujung pada Revolusi Arab di abad ke 20. Meskipun film ini dibumbui dengan kontroversi, tapi kualitas dari Lawrence Of Arabia memang sangat layak diacungi dua jempol.

Lawrence of Arabia dibintangi oleh aktor-aktor legendaris Hollywood pada masanya. Peter O’Toole yang memerankan Lawrence nyaris tanpa cacad memainkan peran sebagai kolonel yang berpengaruh pada revolusi arab itu. Alec Guinnes sebagai pangeran Faisal, Omar Sharif sebagai Serif Ali, dan Anthony Quin sebagai Auda Abu-Tayii.

Film diawali dengan adegan Lawrence yang tewas karena kecelakaan motor kemudian orang-orang di kemiliteran, mengenang “jasa-jasa” yang telah diberikan Lawrence. Dan kilas balik pun terjadi. Film mulai mengisahkan Lawrence yang ditugaskan ke Jazirah Arab untuk memantau pergerakan mereka yang ada di bawah kekuasaan Ottoman Turki. Bertemu dengan pangeran Faisal dan sherif Ali, Lawrence mulai melakukan perjuangannya untuk mendapatkan simpati dari orang-orang Arab.

Seperti yang sudah diketahui bersama, T.E Lawrence adalah sosok penting dibalik berdirinya kerajaan Saudi. Karena Lawrence lah yang melakukan “provokasi” kepada bangsa Arab untuk dapat lepas dari Kekaisaran Ottoman Turki. Bukan tanpa alasan, Ottoman adalah musuh Inggris pada masa perang dunia pertama. Usaha yang dilakukan Lawrence tidak mudah, dan tentu saja nyawanya berkali-kali terancam saat ‘berpetualang’ di padang pasir

baca juga:  Review: Spider-Man Homecoming (2017)

Meskipun film ini berdurasi 206 menit, tapi setelah saya tonton, ternyata jauh dari kata membosankan. Kita akan menyaksikan dialog-dialog penting sepanjang film. Sinematografi yang ciamik, musik yang sangat pas, dan kita seperti turut serta merasakan gersang dan panasnya padang pasir. Adegan-adegan saat Lawerence dkk harus melintasi padang pasir yang luasnya sejauh mata memandang, membuat penonton benar-benar serasa ada di dalamnya.

Lawrence yang pada awalnya dibenci oleh Sharif Ali karena orang Inggris, perlahan Lawrence berhasil menarik simpatinya. Lawrence berusaha mati-matian untuk dapat menarik simpati orang-orang Arab dan supaya mereka mau melawan dan menyerang pihak Ottoman. Tentu saja semua orang menyangka bahwa itu adalah tindalan gila dan tidak masuk akal. Tapi karena Lawrence yang keras kepala, orang-orang akhirnya mau mengikuti Lawrence. Lawrence mulai memakai baju khas Arab dan sempat diejek badut oleh-oleh kemiliteran.

Adegan peperangan dalam film ini juga terasa nyata dan megah sehingga saya nyaris tidak percaya bahwa film ini dibuat pada tahun 60an. Luar biasa, Lawrence Of Arabia adalah salah satu film yang melebihi zamannya.

Perjalanan dan perjuangan yang sangat melelahkan T.E Lawrence digambarkan dengan gambalang selama 206 menit. Terkadang Lawrence mengalami gejolak batin ketika dia harus membunuh seseorang atau ada yang terbunuh, sebut saja saat pelayannya yang tewas terhisap pasir hidup. Itu adalah salah satu adegan yang mengerikan sekaligus epik.

Sutradara David Lean jelas sudah membuat film yang akan terus dikenang sepanjang masa sebagai salah satu film epik sejarah terbaik yang pernah dibuat. Selama tiga jam lebih, penonton disajikan adegan-adegan dialog yang berkualitas serta urutan kejadian dan plot yang sangat rapi. Meskipun film ini sudah dirilis puluhan tahun yang lalu, tapi saya hampir tidak percaya kalau film ini dirilis pada tahun 1962. Film ini seperti tahun 90an!

baca juga:  Review TV Series: FARGO Season 1 (2014)

Film ini termasuk dalam 100 film terbesar dan berpengaruh sepanjang masa serta masuk dalam jajaran top 250 film terbaik versi IMDb. Dalam film ini juga tidak terdapat tokoh wanita. Adegan peperangan juga menjadikan film ini sebagai salah satu film termahal yang pernah dibuat di zamannya. Lawrence Of Arabia juga merupakan film epik berdurasi terpanjang yang pernah dibuat oleh Inggris.

Saya sangat merekomendasikan film ini buat kamu tonton, jika kamu belum pernah menontonnya terlepas dari semua kontroversi yang ada.

Skor: 8.5/10

Artikel Seru Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi