Review: Halloween (1978) Film Pelopor Slasher-Horror

Kehadiran film yang dirilis pada tahun 1978 silam dan disutradarai oleh John Carpenter ini menjadikannya sebagai pedoman sekaligus pelopor film horror bertema slasher. Kesuksesan Halloween ketika itu memunculkan Michael Meyers yang iconic sebagai karakter psikopat yang bisa membunuh tanpa alasan di malam perayaan Halloween. Setelah film Halloween. bermunculan lah film-film pengekor yang bertema sejenis dan menjamur di perfilman Hollywood seperti Friday Night the 13th, Scream, Hatchet, dan Chucky dan masih banyak lagi.

Dari film inilah semuanya berawal, film yang menjadi “pedoman” film lain ini sebenarnya menawarkan cerita yang sangat sederhana, tentang orang gila atau bahkan keturunan iblis, Michael Myers. Film diawali dengan setting di malam Halloween tahun 1963, pada adegan awal sudut pandang kamera adalah first person yaitu dari sudut pandang Michael Myers yang masih bocah dan saya sangat suka sekali adegan bersudut pandang first person ini karena pengambilan gambarnya sangat halus. Pada adegan ini Michael bocah membunuh kakak perempuannya yang habis pacaran dengan sebilah pisau sambil menggunakan topeng, adegan memorabel ini ditampilkan dari sudut pandang Michael sendiri. Orang tua Michael Myers memutuskan untuk mengiriminya ke rehabilitas, tapi dasar anak setan, dia tak kunjung sembuh dan akhirnya dia masuk rumah sakit jiwa. Dan dasar sial, 15 tahun kemudian dia melarikan diri dan menebar teror pada malam Halloween berikutnya.

Cerita beralih ke Laurie Strude (Jamie Lee Curtis) dkk, dan merekalah daftar korban yang akan menjadi sasaran Michael Myers. Film ini memang tidak mempertontonkan adegan berdarah-darah berlebihan seperti film slasher-horor sekarang, tapi nuansa mencekam tetap terasa sepanjang film, mengingat si Myers bisa muncul kapan saja tanpa diduga. Pembunuhan pertama pasca tewasnya kakak perempuan Myers baru terjadi ketika film melebihi setengah dari total durasinya. Di sepanjang film, Carpenter menyajikan alur dengan tempo sedang dengan iringan musik yang sesekali mengagetkan dan beberapa jump scare yang menyebalkan.

baca juga:  Review Film: Warkop DKI REBORN, Jangkrik Boss! part 1

Sebagai salah satu pelopor slasher-horror, Halloween memberikan alur cerita yang tidak terburu-buru tapi plot yang disajikan begitu rapi meski ada beberapa adegan yang kaku dan dirasa kurang halus jika ditonton pada zaman sekarang. John Carpenter sukses membuat karakter yang kuat pada sosok Michael Myers yang kemudian menjadi salah satu icon horror dunia selain Ghostface, Freddy, Jason, Leatherface dll.

Namun, bicara tentang horror lagi-lagi masalah selera. Orang yang suka dengan adegan jagal lebay berdarah-darah jelas kurang suka dengan film ini karena terlihat realistis. Orang yang lebih suka dengan horror supranatural ala James Wann pun sepertinya tak akan terlalu menyukai film ini. Tapi orang yang tak hanya menyukai adegan pembunuhan melainkan juga menyukai cerita dan akting yang bagus pasti akan menyukai film ini.

Overall, Halloween adalah salah satu film slasher-horror terbaik yang pernah dibuat.

Artikel Seru Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi