Review: Back To The Future (1985)


Pertama kali saya nonton Back To The Future adalah pada tahun 2008 ketika Trans TV menghadirkan Bioskop Trans TV spesial fiksi ilmiah, di mana pada waktu itu Trans TV menghadirkan film-film sci-fi populer seperti A.I (2001), Biccential Man (1999) dan ketika giliran Back To Future part I tayang saya begitu takjub dengan film bertemakan perjalanan waktu ini, kesan setelah menonton masih berbekas sampai sekarang atau 9 tahun sesudahnya. Film ini merupakan bagian pertama dari trilogi Back To The Future yang semuanya disutradarai oleh Robert Zemeckis . Insya Allah ketiga film tersebut akan saya bahas di blog ini. Back To Future (BTF) adalah film fiksi time travel yang berpengaruh karena jalan ceritanya yang bikin kita geleng-geleng kepala dan jauh dari kata membosankan. Film ini dirilis pada tahun 1985 dan pada tahun tersebut film yang dibintangi oleh Christopher Loyd ini menjadi yang terlaris di Amerika Serikat. Tidak hanya mendapatkan keuntungan yang sangat besar, film ini juga mendapatkan banyak sekali penghargaan termasuk Academy Awards untuk ketegori Best Sound Editing.


Bercerita tentang seorang remaja bernama Marty McFly (Michael J. Fox) yang mempunyai pacar bernama Jennifer Parker, berada dalam kondisi keluarga yang membingungkan dan sedikit menyedihkan, ayahnya Marty, George McFly selalu jadi bahan Bully dari atasannya dalam pekerjaan, Biff Tannen. Marty mempunyai sifat yang berani itu ingin sekali memukul Biff dan membenci ayahnya yang bersikap pengecut. Ditambah lagi dengan kondisi ibunya Marty,  Lorraine sedang dalam kecanduan alkohol dan obesitas. Suatu malam tanggal 22 Oktober 1985, teman Marty yang merupalan seorang ilmuwan jenius dan sedikit sinting, Doc.Brown (Crishtopher Llyoid) mengajak Marty untuk melihat dan mendokumentasikan penemuan besarnya di sebuah lapangan parkir. Penemuan mesin waktu yang berbentuk mobil DeLorean yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Marty sudah pasti kaget dan nyaris tidak percaya, tapi setelah Doc. Brown mendemonstrasikannya dia pun percaya. Doc. Brown mengaku kalau salah satu bahan untuk membuat mesin waktu tersebut adalah plutonium, Doc. Brown mencuri Plutonium dari teroris Libya yang kemudian mengejarnya. Saat Doc. Brown dan Marty mencoba mesin waktu itu lebih lanjut, teroris libya datang menyerang mereka dan Doc.Brown tertembak lalu tewas. Marty kemudian kabur menggunakan mesin waktu tersebut dan pergi ke tanggal 5 November 1955, di saat Doc. Brown masih muda dan kedua orang tua Marty masih remaja. Marty terdampar di dekat rumah ibunya yang masih muda dan bertemu dengan kakek neneknya. Di sinilah cerita seru terjadi, Marty harus pergi ke Doc. Brown yang masih muda agar dapat kembali ke masa depan dengan mobil mesin waktu tersebut. Di sisi lain Marty terjebak dalam konflik dengan kedua orang tuanya yang masih muda karena ibunya yang masih muda jatuh cinta padanya. Marty juga harus membantu ayahnya yang masih muda yang selalu dibully oleh Biff dkk dan menjaga timeline agar ayah dan ibunya kelak menikah, jika tidak tentu saja masa depan akan berubah.

baca juga:  Star Wars Episode V: Empire Strikes Back (1980)


Sampai sekarang menurut saya Back To Future merupakan film time travel terbaik yang pernah dibuat. Zemeckis membuat film perjalanan waktu dengan segala time-paradoksnya namun sama sekali tidak memusingkan kepala penonton dan justru sangat menyenangkan dan mudah untuk diikuti. Karakter Marty McFly juga sangat kuat pendalamannya, di mana dia seorang remaja yang pemberani harus membantu ayahnya (George) yang masih muda menghadapi bully dan membantu agar dia tetap menikah dengan gadis yang dicintainya. Adegan Skateboard yang dilakukan oleh Marty di tahun 1955 merupakan salah satu scene yang paling memorable.


Kemudian saat Marty bertemu dengan Doc. Brown yang masih muda itu adalah bagian yang membuat saya tertawa sekaligus takjub. Kok bisa ya, ada orang yang kepikiran membuat film seperti ini.

Setelah BTF part I berakhir tentu saja wajib menyaksikan part II-nya yang akan mengisahkan petualangan Marty McFly dan si ilmuwan gila Dr.Brown di tahun 2015.

Pokoknya BTF part I ini adalah film time travel terbaik yang saya pernah tonton. Dan jangan ngaku pecinta film perjalanan waktu kalau belum nonton film ini.

Artikel Seru Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi