Review: Arrival (2016) Film Alien Yang Benar-Benar Berbeda

Sudah berapa kali Hollywood membuat film bertema invasi Alien? Banyak! Tapi kebanyakan diantaranya selalu terlihat menyedihkan dengan cerita yang begitu-begitu saja dan mudah ditebak serta pasti penuh aksi bunuh-bunuhan. Sebut saja Independece Day atau film invasi alien yang aneh lainnya. Sepeninggal District 9 (2009) tidak ada lagi film fiksi ilmiah alien yang benar-benar berkualitas hingga sineas asal Kanada, Dennis Villeneuve datang dengan Arrival-nya dan hasilnya memberikan sebuah tontonan yang sebenarnya sederhana, namun mengagumkan!

Film diawali seperti adegan kilas balik lalu Dr. Louis Banks (Amy Adams) seorang ahli bahasa yang mengajar di universitas, ketika dia sedang mengajar tiba-tiba datang sebuah breaking news di televisi yang isi beritanya ada beberapa pesawat misterius yang mendarat di berbagai negara di dunia, lebih tepatnya jumlahnya adalah 12.

Louis Banks yang merupakan ahli bahasa yang sangat ahli itu diminta oleh pihak militer untuk mempelajari dan berkomunikasi dengan para alien heptapod yang berkaki banyak dan bopengan itu. Dalam usahanya melakukan komunikasi dengan para Alien, Banks dibantu oleh Ian Donnely (Jeremy Renner) yang adalah seorang ahli matematika.

Jangan harap kamu bisa melihat banyak adegan ledakan nan lebay, karena kamu tidak akan pernah menemukannya dalam film ini. Semua plot dan alur berjalan lambat namun jauh dari kata membosankan. Adegan saat pertama kali Banks masuk ke dalam pesawat asing tersebut dan diiringi dengan musik yang sangat pas, membuat penonton merasakan suasana gelisah dan resah sama seperti yang dialami oleh Banks. Usaha mempelajari komunikasi terus dilakukan oleh Louis Banks, secara perlahan namun mulai membuahkan hasil. Kita juga bisa melihat perbedaan kebijakan pemerintah-pemerintah di dunia yang negaranya kedatangan “tamu asing”.

Arrival bukanlah film Alien yang menceritakan kisah dari banyak sudut pandang juga bukan merupakan film yang rumit atau membuat kening berkerut, tidak usah banyak berpikir ketika menontonnya karena memang sebenarnya sederhana. Kamu tidak perlu takut kepala kamu berasap seperti saat menonton Interstellar yang membutuhkan daya nalar yang gila terhadap ilmu fisika dan kamu tidak perlu khawatir ini akan seperti Independence Day yang norak itu.

Semuanya hanya dilihat dari sudut pandang seorang Louis Banks dan para penonton sendiri. Endingnya pun tidak dipaksakan, walaupun ada satu lagi tujuan para alien yang belum terpecahkan hingga film berakhir.

Dennis Villneuve rupanya tahu betul bagaimana membuat film fiksi ilmiah yang benar-benar segar dan tidak begitu-begitu saja. Membangun ketegangan dan membikin nuansa mencekam serta membuat kisah yang mengesankan tidak harus selalu memakai budget raksasa. Fokus yang dibangun Villineuve tidaklah banyak, hanya berfokus pada usaha Louis Banks memecahkan misteri tujuan dari para makhluk asing tersebut datang ke bumi.

Arrival adalah film fiksi ilmiah yang mengandung pesan tersembunyi tentang humanity dan pengetahuan tentang paradoks waktu. Sulit untuk bisa menjelaskan betapa bagusnya kualitas secara keseluruhan dari Arrival, yang jelas sangat layak kalau Arrival masuk ke dalam nominasi Oscar. Rasanya tak berlebihan jika Arrival masuk ke dalam jajaran film fiksi ilmiah terbaik bersama Interstellar, The Martian, District 9, dll.
skor: 8/10

Artikel Seru Lainnya:

baca juga:  Game of Thrones Season 7/Episode 1-3 Review

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi