Review: American History X (1998)


Memang benar jika saya menonton film ini sangat telat karena film ini dirilis di akhir 90an dan menambah panjang film era 90an yang berkualitas. Tapi rasanya saat ini adalah waktu yang tepat untuk menonton film yang penuh dengan kritik sosial dan menyindir kehidupan tentang keberagaman ras ini. Di saat kondisi kebhinekaan kita yang terusik dan agak panas akibat dari carut marutnya politik di negeri kita, film ini cocok buat saya tonton karena sangat relevan dengan kondisi politik sekarang.

Film yang disutradarai oleh Tony Kaye ini bercerita tentang seorang pemimpin gerakan Neo-Nazi bernama Derek Vinyard (Edward Norton) yang harus dipenjara akibat membunuh dua orang kulit hitam yang mencoba mencuri mobilnya. Derek adalah seorang Neo-Nazi yang sedari remaja adalah seorang pria yang super rasis, penuh kebencian, dan bersumbu pendek sangat membenci ras selain ras kulit putih, terutama kulit hitam yang dianggapnya sebagai penyebab dan biang keladi dari masalah yang ditimbulkan di kehidupan bermasyarakat. Derek dikenal sebagai orang yang berpemahaman Neo-Nazi yang rumahnya dihiasi pernak pernik Nazi dan juga bertato lambang swastika, dia mempunyai adik bernama Danny Vinyard (Edward Furlong) yang mengagumi dirinya. Derek sebenarnya punya keluarga yang utuh tapi yang membuat dirinya jadi begitu adalah pasca kematian sang ayah.

Film ini memakai sistem non-linear yang artinya alur ceritanya maju-mundur. Scene yang berwarna menceritakan di masa sekarang (pasca Derek tobat setelah keluar dari penjara) dan scene hitam putih menceritakan flashback di saat Derek menjadi Neo-Nazi yang rasis, penuh kebencian, brutal dan bersumbu pendek. Setelah Derek keluar dari penjara Derek menjadi tobat karena ‘pelajaran’ yang dilaluinya saat masih di dalam sel, akan tetap sang adik Danny malah terobsesi dan bertekad menjadi neo-Nazi seperti kakaknya dan Derek berusaha keras untuk mencegahnya. Danny membuat masalah di sekolahnya dengan membuat artikel dalam salah satu tugas mata pelajarannya di mana artikel itu mengutip dari buku Meint Kampf (Buku karangan Hitler yang dilarang keras karena dianggap sangat berbahaya) ternyata Danny yang masih remaja dan labil itu sengaja dihasud oleh Cameron Alexander (Stacey Keach) seorang neo Nazi senior dan rekan dari Derek.

baca juga:  Review: Assassin's Creed (2016) Adaptasi Game Yang Bikin Bingung

Sedangkan scene yang berwarna hitam putih menceritakan bagaimana Derek yang masih brutal dan rasis menjadi neo-Nazi yang sangat membenci kulit hitam. Adegan di mana Derek melakukan provokasi untuk berpikir rasis dan menebarkan kebencian lalu melakukan pengerusakan supermarket dan menyerang orang-orang non kulit putih membuat saya merinding. Ya kira-kira begitulah apabila orang yang sudah dirasuki egoisme dan rasis serta penuh kebencian akan mudah membakar atau memprovokasi orang-orang yang bersumbu pendek. Dalam scene yang hitam putih juga akan diceritakan bagaimana kehidupan Derek yang di penjara dan apa yang membuat dia berubah.

Naskah yang ditulis oleh Mckenna menjadi kekuatan utama penceritaan yang benar-benar berbobot dan ditunjang dengan akting seorang Edward Norton dan Edward Furlong. Durasi dua jam dalam film ini berhasil menggambarkan seorang Derek Vinyard yang menjadi cerminan masyarakat yang ‘tersesat’ dalam dirinya sendiri. Film ini tak memang terelekan juga mengandung pesan moral dan ceritanya berbobot seperti film Amerika tahun 90an lainnya. Sayangnya film ini kalah bersaing dengan film-film lainnya di ajang Academy Awards dan film ini juga tidak menghasilkan pendapatan yang besar di box office ketika itu. Tapi secara kualitas, harus diakui bahwa American History X harus disejajarkan dengan film-film terbaik lainnya. American History X bukanlah sekedar film yang kosong dan tak berisi, tapi penuh dengan muatan pesan moral terutama tentang tatanan sosial di masyarakat kini.

Saya sendiri sulit untuk menggambarkan bagaimana dan apa pelajaran yang bisa diambil dari film ini karena pada intinya adalah menanam rasa kebencian yang dalam pada sesama manusia adalah hal yang sia-sia. Merasa rasnya paling tinggi dan melakukan tindakan seenaknya seakan dunia hanya diciptakan untuk kaumnya sudah sangat jelas salah, itulah yang dirasakan oleh Derek Vinyard yang berakibat fatal bagi kehidupan dan keluarganya.

baca juga:  Review: Strangers On A Train (1951) Pertukaran Pembunuhan

Kesimpulannya adalah American History X adalah film drama kriminal yang sempat terbaikan di tahun 1998 akan tetapi sekarang film tersebut menjadi salah satu film drama kriminal  terbaik yang pernah dibuat di era 90an

Artikel Seru Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi