Review Movie, TV Series

J-Drama Review: Amachan (2013)


Merupakan suatu hiburan tersendiri saya saat menonton serial drama televisi Jepang di saat sedang jenuh menonton film dan serial tv barat. Kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang salah satu serial drama Jepang yang tayang pertama kali pada tahun 2013 di stasiun televisi NHK. Sedangkan di Indonesia serial Amachan ditayangkan di channel televisi berbayar Waku-Waku Japan pada tahun 2015 kemudian ditayangkan ulang hingga berulang-ulang kali. Amachan adalah serial asadora (drama pagi NHK) ke-88 yang mempunyai ratting yang sangat tinggi di Jepang hingga memunculkan episode spesialnya pada malam tahun baru di tv NHK. Bagi yang belum tahu, Asadora adalah dalam bahasa Jepang berarti drama pagi. Asadora dipopulerkan oleh tv NHK sejak tahun 60an dan masih bertahan hingga sekarang dan sudah menghasilkan 90 lebih judul dorama. Asadora biasanya berjumlah ratusan dan berdurasi hanya 15 menit per episodenya serta ditayangkan setiap pagi hari pada saat jam sarapan sebelum warga Jepang memulai aktifitasnya. Salah satu Asadora yang terkenal di Indonesia adalah “Oshin” yang sempat booming pada dekade 80an dan 90an di TVRI.

Amachan sendiri berjumlah 156 episode masa tayang selama enam bulan dengan durasi hanya 15 menit per episode. Saya sangat menyukai drama ini karena ceritanya yang sangat unik, akting pemain yang natural, dan pemandangan prefektur Iwate yang sangat indah. Serta tentu saja karena aktris Rena Nounen yang enak dipandang. Hehe.

Bercerita tentang seorang gadis SMA yang bernama Aki Amano dari Tokyo (Rena Nounen) yang mempunyai sifat pemalu, polos, dan sedikit clumsy harus ikut bersama ibunya, Haruko Amano (Kyoko Koizumi) ke kampung halamannya di Sodegahama, Prefektur Iwate yang merupakan sebuah desa yang dekat dengan laut dan pantai. Haruko kembali ke kampung halamannya karena dikirimi email oleh teman lamanya, Daikichi bahwa ibunya tengah sakit parah. Haruko akhirnya kembali ke Sodegahama setalah 24 tahun pergi ke tokyo karena kabur. Setelah sampai di sana, Haruko ternyata mendapati bahwa ibunya,Natsu Amano (Nobuku Miyamoto) masih sangat sehat. Dan ternyata Daikichi sengaja membohongi Haruko agar Haruko mau kembali ke Sodegahama setelah sekian lama mengembara di Tokyo. Haruko tentu saja sangat marah dan merasa dipermainkan. Di lain pihak, Aki Amano yang penasaran dengan kampung halaman ibu dan neneknya itu berjalan-jalan di Sodegahama dan secara tak sengaja bertemu dengan neneknya alias Natsu Amano. Yang ternyata neneknya itu adalah seorang Ama (Penyelam) di Sodegahama yang sehari-harinya menyelam di pantai Sodegahama untuk mencari landak laut dan sekaligus untuk menghibur para wisatawan yang datang ke tempat tersebut.


Aki si gadis polos merasa kagum dengan neneknya yang bisa menyelam dan menangkap landak laut bersama teman-teman Ama lainnya yang kebanyakan sudah tua. Kemudian mereka akrab dan Aki menemukan kesenangan di sini, sesuatu yang tak bisa dia temukan di Tokyo. Saat Aki dan Neneknya serta teman-teman Ama yang lainnya pulang ke rumah, konfliknya pun terjadi. Dari sini terkuak kalau hubungan Haruko dan ibunya memang tidak baik semenjak Haruko duduk di bangku SMA. Natsu memaksa Haruko untuk menjadi Ama seperti dirinya tapi Haruko tidak mau dan dia sangat membenci suasana kampungnya dan dia pun pergi (atau kabur) ke Tokyo ketika kereta kitatetsu diresmikan. Haruko sudah muak dan kabur ke Tokyo dengan tujuan menjadi idol namun gagal dan malah menilah lalu lahirlah Aki Amano.

Haruko berdebat dengan ibunya lalu timbul pertengkaran tapi sebenarnya mereka sudah saling merindukan satu sama lain. Saat Haruko ingin pulang ke Tokyo, Aki malah tidak mau dan ingin tetap di Sodegahama selama liburan sekolahnya, Aki terlanjur menyukai suasana Sodegahama yang udaranya sejuk, pemandangan indah, dan tentu saja senang bersama neneknya yang seorang Ama. Mau tidak mau, akhirnya Haruko menuruti keinginan anaknya.

lambat laun Aki Amano jatuh cinta pada Sodegahama dan merengek pada ibunya supaya dia tinggal di sana saja pindah Sekolah dan ingin serius untuk menjadi Ama, seperti neneknya. Singkat cerita Haruko menurutinya setalah perdebatan panjang. Di Sodegahama Aki bertemu dengan gadis yang seusianya yang juga nantinya satu sekolahan dengannya, Yui Adachi (Ai Hashimoto) yang kemudian menjadi sahabatnya yang sangat dekat. Yui adalah bunga desa di Sodegahama berkat kecantikan dan “kawaii”nya. Yui mempunyai cita-cita menjadi idol dan membenci kampung tempatnya tinggal dan ingin pergi ke Tokyo untuk mengejar cita-citanya (mirip ibunya Aki).


Di Sekolah Aki bertemu dengan Taneichi Koichi (Sota Fukushi) yang menjadi seniornya di sekolah. Aki jatuh cinta padanya sekaligus itu adalah untuk pertama kalinya dia bisa jatuh cinta. Walaupun cinta dan romantisme bukanlah fokus utama dari serial drama ini, tapi saya dibuat tertawa dan terhibur dengan bumbu cinta segi tiga antara Aki, Yui, dan Taneichi yang bersifat komedi.


Dasar labil, Aki jadi ikut-ikutan ingin menjadi idol sama seperti cita-citanya Yui. Karena video yang dipasang di media sosial oleh Hiroshi Adachi/Kakaknya Yui (Teppei Koike), video tersebut berupa video promosi wisata yang dilakukan oleh Aki dan Yui dan video tersebut mendapatkan respon yang luar biasa dan wisatawan yang datang ke Sodegahama melonjak karena ingin bertemu dengan Yui dan Aki yang kemudian diberi nama grup “Shiosai No Memory”. Karena kejadian ini, Aki merasa dirinya bisa populer dan menjadi idol kemudian timbul pertentangan dengan ibunya yang dengan sangat jelas menolak keinginan Aki.


Dari 156 episode ini lalu dibagi menjadi dua Chapter. Chapter I bagaimana kehidupan Aki sebagai amachan di Sodegahama, Iwate dan chapter II di Tokyo saat dia mengejar cita-citanya menjadi seorang idol yang tergabung bersma Idol Group kelas dua, GMT47 (bentuk parodi dari AKB48). Selama 156 epiosode saya benar-benar menikmati cerita demi cerita dan episode demi episode. Karena per episodenya hanya 15 menit, membuat alurnya padat dan menarik serta membuat penasaran untuk berlanjut ke episodenya.

Saya juga merasa ikut masuk ke dalam cerita dan serasa ada di Sodegahama di prefektur Iwate yang sangat indah, serta saya jadi turut ikut mengikuti perkembangan gadis manis nan polos, Aki Amano yang keinginannya labil. Dan tentu saja lewat drama ini kita bisa tahu bagaimana dunia idola Jepang dari kacamata dan sudut pandang yang berbeda. Betapa sulit dan kerasnya dunia Idol di tengah gemerlapnya dunia hiburan Jepang.

Cerita yang disuguhkan dalam Amachan bisa dibilang sangat ringan namun sangat berbobot dan bermakna dalam. Di mana sebuah cita-cita seorang gadis remaja dari anak seorang ibu yang mempunyai cita-cita yang sama juga. Pokonya untuk membicarakan drama ini bisa menghabiskan ribuan kata untuk mengulas bagusnya drama ini.

hmm.. kapan ya sinetron kita bisa seperti ini?

Related posts: