Review Movie Superhero

Avengers: Infinity War (2018) Review

Semesta yang dibangun oleh Marvel Studios sejak 2008 yang lalu telah menjadi sebuah hal sangat berpengaruh di dunia perfilman, yang menjadikan studio lain meniru konsep sharing universe. Bukan tanpa alasan, Marvel Studios memang telah mendapatkan keuntungan yang amat besar melalui keberhasilan Marvel CInematic Universe yang diawali oleh Iron Man pada 2008 yang lalu dan sekarang Infinity War adalah yang paling ditunggu sejak film Avengers pertama tahun 2012 silam.

Para penggemar superhero khususnya fanboys Marvel seperti mendapat mimpi yang menjadi kenyataan di mana mereka bisa menyaksikan sebuah semesta dengan cerita yang luas dan terdapat banyak sekali tokoh yang berkaitan satu sama lain namun tetap mempunyai ciri khas sendiri-sendiri. Infnity War seolah menjadi sebuah konklusi 10 tahun berdirinya semesta MCU sekaligus klimaks dari orgasme para fans di mana semua superhero keroyokan dalam satu frame untuk bekerjasama mengalahkan Thanos yang sudah dinanti-nantikan sejak event akhir dari Avengers (2012).

Mungkin ada beberapa dari kalian yang pada tahun 2008 yang lalu masih kecil dan sekarang sudah dewasa setelah 10 tahun berlalu, itu artinya MCU telah berhasil menempel di hati para penggemarnya termasuk para karakter-karakternya yang saya yakin setiap orang pasti punya karakter favoritnya sendiri-sendiri. Dan Infinity War ini menjadi film MCU pertama yang mempertemukan semua karakter yang sangat banyak yang sudah dibangun selama 10 tahun lamanya. Hebatnya, dalam Infinity War ini semua karakter hampir mempunyai porsi yang sama dan tidak terkesan berat sebelah dengan cara membaginya dalam beberapa kelompok.

Marvel Studios’ AVENGERS: INFINITY WAR..L to R: Spider-Man/Peter Parker (Tom Holland), Iron Man/Tony Stark (Robert Downey Jr.), Drax (Dave Bautista), Star-Lord/Peter Quill (Chris Pratt) and Mantis (Pom Klementieff)..Photo: Film Frame..¬©Marvel Studios 2018

Antony dan Joe Russo sudah jelas mengemban tugas berat dalam penggarapan film ini, sebuah pertaruhan berhasil atau tidaknya sebuah saga yang panjang untuk ukuran sebuah franchise film. Hasilnya? Sangat memuaskan!

Dalam Infinity War kita akan dihadapkan dengan musuh paling mengerikan dalam semesta MCU, siapa lagi kalau bukan Thanos. Musuh para jagoan kita kali ini bukanlah seorang Loki yang cerdik namun labil, bukan Ultron yang lebih banyak ngemeng, melainkan super villain yang serius mengancam keselamatan bumi. Saya tidak akan bicara pandang lebar tentang detil cerita atau pun adegan yang berbau spoiler karena akan membuat pembaca yang belum menontonnya jadi kurang nyaman ketika menonton nanti.

Diawali dari Thanos yang berhasil mendapatkan sejumlah Infinity Stones di berbagai tempat di alam semesta dan kemudian ke bumi untuk mendapatkan sisanya dan memulai sebuah misi besar untuk jagad raya ini sekalipun harus ada resiko yang menyertainya. Nah, misteri dan pertanyaan orang selama ini mengapa Thanos melakukan hal yang demikian dan apa dampak dari kelakuan Thanos pada bumi terjelaskan secara perlahan dalam film dan juga rentetan bagaimana seluruh superhero terbagi menjadi beberapa grup juga tersaji dengan baik.

Infinity War adalah film ambisius dan gila-gilaan dan Marvel patut diacungi jempol atas usaha dan keberhasilannya kali ini. Semua adegan dalam Infinity War sangat solid dan tidak ada yang tidak penting, durasi 2 jam 40 menit memang sangat ideal untuk film yang menggabungkan banyak karakter plus penceritaan yang sebenarnya cukup kompleks. Bagi kalian yang belum nonton banyak film-film MCU sebelumnya, saya sarankan untuk menontonnya terlebih dahulu karena banyak adegan yang menggunakan referensi atau keterkaitan dengan film-film sebelumnya. Memang, ada sedikit plot hole namun bagi saya itu tidak terlalu mengganggu.

Sepanjang film, berbagai momen terjadi mulai dari drama, hubungan antar karakter yang khas MCU, hingga adegan humor yang menyegarkan namun tidak mengganggu keseriusan cerita dari Infinty War ini. Saya tidak akan membocorkan inti atau kesimpulan film ini yang berupa plot twist, silahkan tonton sendiri.

Yang menjadi hangat di sosial media di saat premiere film besar ini adalah bertebarannya spoiler di mana-mana sampai-sampai pihak Marvel pun melakukan kampanye agar jangan menyebar spoiler hingga beberapa minggu ke depan.

Apakah Infinity War menjadi film superhero terbaik? Saya rasa jika berbicara di ranah Marvel, ya ini adalah film Marvel terbaik. Namun untuk secara keseluruhan, tentu saja jawabannya relatif. Infinity War tidak bisa dibandingkan dengan TDK yang punya warna yang berbeda.

Sekali lagi, selamat kepada Marvel Studios yang telah berhasil memuaskan fans lewat film yang gila dan ambisius ini, momen emosional dalam Infinity War tidak akan bisa dilupakan oleh para penggemar setia Avengers.

 

Hilman Sky

Seorang penulis novel dan blogger yang mencintai dunia film dan anime