Android Games

Urutan 6 Game MOBA Smartphone Dari Yang Terburuk Sampai Yang Terbaik

Indonesia benar-benar tengah dilanda oleh demam game MOBA mobile alias Multiplayer Online Battle Arena yang bisa dimainkan di perangkat smartphone. MOBA yang dulunya hanya bisa dimainkan di perangkan PC yang hanya orang terentu saja yang bisa memainkannya, kini hampir semua orang dapat bermain game MOBA hanya berbekal smartphone saja.

Genre MOBA yang interaktif, kompetitif, dan tidak membosankan adalah faktor kenapa genre yang sudah ada sejak lama ini banyak menggandrungi. MOBA pada perangkat seluler sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, namun baru benar-benar menjadi hype ketika Mobile Legends dirilis. Setidaknya kini ada 6 game MOBA yang populer di smartphone khususnya di Android. Lalu yang manakah yang terbaik?

Ulasan ini adalah pandangan subyekfif penulis dan tentu saja tidak bersifat mutlak dan pembaca pastinya punya pendapat sendiri-sendiri.

6. Heroes of Order And Chaos (Gameloft)


Heroes of Order And Chaos atau yang disinkat HOC adalah game MOBA yang datang lebih awal di smartphone, jauh lebih awal daripada ML dan AOV. Game besutan Gameloft ini dirilis pada 2012 dan menawarkan MOBA 5V5 layaknya DOTA 2 dan LOL. Namun sayangya HOC justru banyak orang yang tidak tahu walaupun sudah berumur hampir 6 tahun. Penyebabnya adalah kurangnya marketing, gameplay yang agak kurang, dan masalah pada pay to win seperti halnya game-game besutan Gameloft lainnya. HOC saya tempatkan di urutan ke-6.

5. Mobile Legends: Bang Bang (Moonton)



Di posisi ke-5 saya menempatkan Mobile Legends yang merupakan game MOBA paling banyak dimainkan saat ini. Ketika pertama kali dirilis pada akhir 2016 yang lalu. ML Langsung mencuri perhatian kalangan gamer MOBA di dunia khususnya di Indonesia. Keunggulan yang dimiliki ML adalah ukuran atau size file-nya yang ringan dan bisa dimainkan di perangkat atau device yang murah sehingga lebih merakyat. Namun Mobile Legends memiliki kekurangan yaitu masalah grafik, server yang sering lag, dan masalah pro kontra soal plagiarisme walaupun sebenarnya belum tentu terbukti.

4. Heroes Evolved (R2Games)

Berikutnya saya tempatkan Heroes Evolved yang merupakan keluaran R2Games. Secara keseluruhan gameplay memang nyaris tidak ada perbedaan gameplay, namun Heroes Evolved memiliki grafik yang sedikit lebih baik. Selain itu ada beberapa sedikit perbedaan seperti bisa teleport langsung ke tower, dan tidak adanya talent dan adanya fog war. Namun jumlah pemain Heroes Evolved tidaklah sebanyak pemain Mobile Legends.

3. War Song (Sixjoy Limited)



Inilah game MOBA yang masih sangat baru. War Song adalah MOBA yang dibuat oleh devoloper asal Jepang untuk dapat bersaing dengan game MOBA lainnya. Untuk saat ini hanya tersedia di negara tertentu dan hanya ada dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Jepang. Voice Cast yang digunakan oleh para hero War Song menggunakan bahasa Jepang sehingga akan kental nuansa Jepangnya. Salah satu yang memukau dari War Song adalah grafiknya yang ajigile ajikonde dan enak dipandang mata dengan detil yang mengagumkan seprti sungai dan air yang mengalir. Selain itu ada pilihan mode siang dan malam yang akan berpengaruh pada gameplay selama pertarungan.

2. Vainglory (Super Evil Megacorp)


Vainglory memberikan mekanisme kontrol yang berbeda dibandingkan dengan MOBA mobile lainnya. Alih-alih menggunakan analog bau virtual, Vainglory menggunakan kontrol tap-tap layaknya MOBA PC. Grafik yang diberikan Vainglory jelas menjadi juaranya karena sangat halus dan tajam. Pilihan hero yang lumayan banyak serta mode gameplay yang kompetitif. Awalnya Vainglory hanya menyediakan mode 3v3 namun sejak awal 2018, game rilisan Super Evil Megacorp ini sudah bisa memainkan 5v5 dengan 3 lane.

1. Arena of Valor (Tim Studio Group)


Inilah game MOBA hape terbaik saat ini. Arena of Valor atau yang dulunya bernama Mobile Arena dan di negara lain memiliki nama yang berbeda seperti King of Glory di China. AOV memberikan pengalaman yang terbaik dalam bermain MOBA yang kompetitif dan fair serta grafik yang halus. Tida tanggung-tanggung, AOV juga menyewa jasa Hanz Zimmer sebagai komposer musik dalam game, seperti yang kita tahu Hanz Zimmer adalah komposer legendaris dalam dunia perfilman Hollywood. Tidak hanya itu, AOV juga membeli lisensi sejumlah karakter DC sebagai daya tarik game, sedangkan kita tahu karakter DC memiliki harga lisensi yang tidak murah. Kekurangan AOV di Indonesia adalah tidak tersedianya server global layaknya ML. Sehingga hanya bisa bertemu sesama pemain Indonesia.

Hilman Sky

Seorang penulis novel dan blogger yang mencintai dunia film dan anime

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi