Games

5 Alasan Mengapa Mobile Legends Banyak Bocah Dan Toxic Player

Game bergenre MOBA seolah tengah mewabah di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Sebenarnya game MOBA sudah sangat populer sejak kemunculan DOTA 2 dan League of Legends dan sejak saat itu bermunculan turnamen E-Sports dan game MOBA sangat populer di kalangan gamer PC. Namun, saat itu DOTA 2 dan LOL ‘hanya’ terkenal di kalangan player gamer PC saja. Lain halnya dengan game MOBA mobile yang bisa menjangkau orang yang lebih banyak.
Nah, berbicara tentang Mobile Legends, maka tak terlepas dari kontroversi yang menyertainya, mulai dari kasus dugaan plagiasi hingga kelakuan para oknum playernya yang kerap membuat player yang ‘waras’ kesal. Mengapa di Mobile Legends banyak pemain yang bersifat bocah dan banyak Toxic?

1. Mobile Legends Mempunyai Ukuran File Yang Relatif Kecil


Sepertinya Moonton sudah tahu keinginan pasar game mobile, mereka mungkin belajar dari kesuksesan Clash of Clans yang mempunyai ukuran file yang relatif kecil namun karena mempunyai gameplay yang adiktif maka tetap diserbu orang. Karena ukuran yang kecil itulah kenapa Mobile Legends banyak didownload oleb siapapun, termasuk para bocah dan remaja yang emosinya masih labil.
2. Mobile Legends Tak Perlu HP Spek Dewa Untuk Dapat Memainkannya


Hnnya butuh smartphone Android yang mempunyai RAM 1GB dan koneksi minimal 3G yang stabil, maka ML sudah dapat dimainkan. Tentunya para bocah di Indonesia rata-rata sudah mempunyai smartphone murah. Lain halnya ketika masih era DOTA 2 yang perlu PC untuk dapat memainkannya.

3. Mental Gamer Indonesia Yang Kurang Baik


Sudah menjadi rahasia umum jika gamer online pasti akan menguras emosi karena berhubungan langsung dengan para pemain lain, apalagi game MOBA yang memerlukan kerjsama secara mutlak. Oleh karrna itulah, hanya orang-orang yang bermental dewasa saja yang dapat berpikir jernih ketika bermain game. Para bocah atau orang dewasa yang emosinya labil pasti akan mudah marah dan menjadi player toxic di Mobile Legends.

4 Banyak Player Yang Sok Merasa Paling Benar


Ini yang berbahaya, ketika seseorang merasa dirinya paling jago dan pro kemudian orang tersebut memandang timnya yang kalah pasti akan menyalahkan orang lain dengan berkata kasar. Semua itu karena dirinya merasa paling pro dan orang lain pasti noob.

5. Terlalu Serius Hingga Menjadi Stres


Mobiile Legends hanyalah sebuah game. Namun sayangnya banyak pemain yang mempunyai ambisi dan nafsu yang menggebu untuk dapat naik rank setinggi mungkin bahkan mungkin berambisi menjaid top global, saking serius dan berambisinya ketika kalah mulu dia akan stres dan pusing yang pada ujungnya menjadi player toxic alias menghina pemain lain.

Hilman Sky

Seorang penulis novel dan blogger yang mencintai dunia film dan anime

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi