Games

5 Alasan Mengapa Banyak Yang Membenci Mobile Legends


Semakin tinggi popularitas sebuah video games, semakin tinggi pula game tersebut mendapatkan penggemar dan tak bisa dihindari pula game tersebut akan menuai kritik dan juga akan mempunyai banyak hatters, terlebih jika game tersebut memiliki banyak sekali hal yang kontroversial. Salah satu game smartphone bergenre MOBA yang kini tengah naik daun adalah Mobile Legends yang banyak dimainkan oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 


Namun, pada kenyataannya tidak semua orang menyukai Mobile Legends, tidak sedikit orang yang membenci Mobile Legends dan selalu membully game tersebut di sosial media. Nah, kenapa sih banyak orang yang tidak menyukai Mobile Legends?

1. Dugaan Plagiarisme
Moba kok plagiat? Hal itulah yang menjadi salah satu kenapa Mobile Legends banyak yang tidak suka. Dugaan plagiarisme, Mobile Legends dianggap meniru League of Legends yang sudah lebih dulu ada di PC. Bukan hanya itu, beberapa hero di Mobile Legends juga dianggap hanya hasil rework dari karakter lain. Seperti Alucard yang merupakan rework dari Dante Devil May Cry.

2. Terlalu Mainstream dan Overhype
Ketika segala sesuatu jika sudah terlalu mainstream dan orang banyak yang tahu dan banyak orang yang memainkan, maka hilang sudah ekslusifitasnya. Dengan kata lain game Mobile Legends sudah tidak ada kesan ekslusifnya lagi karena semua orang bisa memainkannya. Mulai dari pengangguran hingga konglomerat. Berbeda dengan game lain yang tidak terlalu mainstream dan hanya orang yang benar-benar gamer yang bisa memainkannya.

3. Banyak Bocah
Konsekuensi ketika sebuah game menjadi hype dan semua orang bisa memainkannya dengan mudah adalah banyakya bocah yang dapat ikut bermain. Player yang lain akan merasa risih karena kelakuan bocah di ML yang terkenal suka main asal-asalan, AFK, dan merugikan tim. Begitu banyak mantan player ML yang menumpahkan kekesalan tersebut di sosial media.

4.Banyak Player Toxic
Berikutnya, alasan ML banyak tidak disukai adalah banyaknya player toxic alias tukang berkata kasar di dalam permainan. Tentu saja hal tersebut akan tidak membuat nyaman para player lain. Bagi sebagian player, game adalah untuk melepas kepenatan, bukan malah menambah stres dengan bertengkar dengan player lain.

5. Masih Ada Game MOBA Lain Yng Dianggap Lebih Baik
Yang terakhir adalah sebagian orang merasa jika ML bukanlah game MOBA mobile terbaik karena mempunyai grafik yang pas-pasan. Sebagian orang berpendapat jika AOV, Vainglory atau bahkan Heroes Evolved jauh lebih baik dari ML. Namun apa daya, ML sudah tenar duluan.

Hilman Sky

Seorang penulis novel dan blogger yang mencintai dunia film dan anime

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi