Featured, Review Movie

Review Film: Warkop DKI REBORN, Jangkrik Boss! part 1

Warkop DKI, sebuah grup lawak yang sangat melegenda dan melekat di hati masyarakat Indonesia. Film-film warkop yang dirilis dalam rentan waktu dari tahun 1979 sampai dengan 1994 hingga saat ini selalu saja ditayangkan oleh stasiun TV nasional kita, khususnya pada setiap momen liburan Lebaran. Judul-judul seperti Gengsi Dong, Depan Bisa Belakang Bisa, Bebas Aturan Main sudah diputar berkali-kali namun hampir semua sepakat bahwa masyarakat tidak bosan-bosannya menonton aksi kocak Dono, Kasino, dan Indro.

Hingga pertanyaan muncul dari Indro, masa iya sih kita mau terus-terusan nonton film yang itu-itu terus? dan muncul lah sebuah ide untuk membuat film Warkop yang benar-benar baru. Masalahnya sudah jelas itu tidak mudah. Kasino dan Dono telah berpulang dan menyisakan Indro seorang. Dibuatlah film Warkop dengan wajah-wajah baru yang tak ayal keputusan ini menimbulkan pro dan kontra. Tapi Indro menekankan bahwa ini adalah melestarikan, bukan menggantikan.

Ya, bicara tentang film sebuah remake atau reboot itu adalah hal yang sangat biasa. Apalagi di Amerika sana, sudah banyak sekali film-film yang mendapatkan remake ataupun reboot. Saya sendiri termasuk fans Warkop yang setuju dengan adanya film Warkop DKI Reborn ini, saya tak mau hanya melihat kenangan di belakang terus-terusan dan setuju dengan Indro bahwa ini adalah melestarikan, bukan menggantikan.

Sutradara: Anggy Umbara

Penulis: Anggy Umbara, Arie Kriting

Pemain: Abimana Aryasatya, Vino Bastian, Tora Sodiro, Indro Warkop, Ence Bagus, Hannah Al Rasyid.

Premis: Dono (Abimana) Kasino (Vino) dan Indro (Tora Sudiro) adalah anggota lembaga swasta CHIPS (Cara Hebat Ikut-ikutan Penanggulangan Sosial) Yang dipimpin oleh bos mereka yang diperankan oleh Ence Bagus. Namun bukannya membantu menyelesaikan masalah-masalah mereka. Trio ini justru selalu membuat masalah-masalah bertambah banyak. Dono, Kasino, Indro harus berusaha keluar dari masalah yang mereka buat sendiri.

Ulasan

Film ini mengambil ide cerita dari salah satu judul film Warkop yang paling populer berjudul CHIPS yang dirilis tahun 1982 silam. Adegan dibuka dengan Indro “asli” membacakan berita ala dunia dalam berita, ini merupakan adegan serupa yang pernah ada dalam film Warkop original, Setan Kredit. Tapi sayangnya banyak lelucon yang tidak “ngena” bahkan terkesan garing. Kemudian scene beralih pada trio DKI dengan wajah baru yang menyusuri jalanan ibukota dengan seragam dan motor CHIPS. Menurut saya, maksud Anggy Umbara dalam membuat adegan ini ingin membandingkan potret jalanan Jakarta pada awal tahun 80an dengan era sekarang. Di mana dalam film original CHIPS Jakarta begitu lengang sedangkan dalam film ini Jakarta macet dan ada adegan yang kekinian, yaitu ibu-ibu naik matic yang ingin menang sendiri.

Dalam adegan pembuka ini, nuansa nostalgia langsung sangat terasa dimana iringan musik khas film-film warkop original diputar ditambah lagi dengan adegan-adegan pembuka yang konyol khas warkop membuat Trio legendaris ini bangkit lagi.

Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss part 1 yang selanjutnya kita akan sebut Warkop Reborn saja memang membuat setting era sekarang plus memunculkan nostalgia. Banyak lawakan-lawakan Kasino yang dilontarkan oleh Vino membuat saya tertawa dan serasa melihat Kasino yang asli. Vino Bastian bagaimanapun patut diacungi jempol atas aktingnya, dia berbicara dengan logat khas Kasino di sepanjang film, meskipun ada beberapa bahan yang dipaksakan seperti adegan nyanyian kode di bandara yang terasa agak janggal. Tapi tetap saja, yang paling banyak membuat saya tertawa adalah Vino dengan peran Kasino-nya.

Yang membuat saya takjub lagi adalah seorang Abimana, aktor ini benar-benar menjelma jadi seperti almarhum Dono dengan gigi palsunya. Secara fisik, Abimana-lah yang paling mirip dengan personil warkop. Totalitasnya benar-benar ditumpahkan di sini. Tora Sudiro sebagai Indro mungkin yang paling terlihat biasa. Tora seperti memerankan dirinya sendiri, bukan Indro. Tapi bukan berarti Tora bermain jelek, dia bagus dan lucu juga. Hanya saja Tora terlihat seperti memerankan dirinya sendiri ketimbang Indro.

Indro Asli? Indro Asli muncul beberapa kali dengan “wujud” yang berbeda-beda dan memang agak absurd. Seperti jadi Malaikat & Iblis, Minion, Katty Perry, hingga wujud Indro masa depan yang sering muncul di hadapan Indro muda (Tora).

Soal cerita, harus saya katakan cukup bagus untuk ukuran film komedi. Terlebih, memang film-film Warkop original kebanyakan hadir dengan cerita-cerita klise.

Dono, Kasino, Indro harus mengganti rugi uang sebanyak 8 Milyar akibat dari kerusakan di sebuah pameran lukisan yang disebabkan oleh tingkah mereka yang niatnya mengejar jambret (Arie Kriting). Dalam waktu satu minggu, Dono, Kasino dan Indro harus mencari uang 8 Milyar atau jika tidak mereka akan dipenjara dan CHIPS akan dibubarkan.

Oh iya, dalam bertugas mereka kini dibantu oleh Sophie (Hannah Al Rasyid) yang merupakan anggota CHIPS pindahan dari perancis. Salah satu adegan favorit saya adalah ketika trio kocak ini meminjam uang pada pakde-nya Dono yang bernama pakde Slamet (Tarsan Srimulat).

Yang saya sesalkan adalah kenapa Film ini harus dibagi dua bagian seperti Comic 8 Casino King? ending yang menggantung itu menyebalkan.

Secara kesuluruhan saya cukup puas dengan Warkop Reborn ini. Meski masih banyak kekurangan di sana-sini, semoga di part kedua nanti bisa lebih baik.
Skor: 8.0/10