Featured

Perbandingan Marvel Cinematic Universe dan DC Extended Universe

Setelah menonton film dr. Strange, saya jadi ingin mereview bagaimana Marvel Cinematic Universe dari awal hingga sekarang selalu saja film-filmnya disambut dengan positif baik oleh fansya ataupun oleh para kritikus. Di lain pihak, saingan dari Marvel Studios yaitu DC bersama Warner Bros-nya seolah kepanasan dan gatal melihat sukses besarnya Marvel Cinematic Universe (MCU) yang dimulai dari Iron Man hingga The Avengers itu. 

Warner Bros bersama DC Comic membuat saingan MCU yaitu DC Extended Universe (DCEU) dimana nanti film-film superhero yang diangkat dari DC Comic akan bermuara pada film gabungan para superhero DC, Justice League. Man Of Steel (2013) yang mengisahkan awal kemunculan Superman itu dipersiapkan untuk mengawali proyek ambisius dari DC untuk dapat mengalahkan Marvel Studios. 

Lalu apa saja perbedaan antara MCU yang sudah dimulai dari 2008 dan DCEU dari tahun 2013? 
MCU

Ketika pertama kali muncul (Phase 1) film pertama yang dirilis untuk MCU adalah Iron Man (2008), diikuti oleh The Incredible Hulk (2008), Iron Man 2 (2010), Captain America first avenger (2011), Thor (2011) dan The Avengers (2012). Tapi seiring berjalannya waktu dan cerita, superhero dalam MCU yang tergabung dalam The Avengers terus bertambah, berikut adalah anggota dari The Avengers dalam MCU.

  • Iron Man/Tony Stark
  • Hulk/Bruce Banner
  • Thor
  • Captain America/Steve Roger
  • Hawkeye/Clint Barton
  • Black Widow/ Natasha Romanov
  • Ant-man/Scot Lang
  • Spider-Man/Peter Parker
  • Scarlet Witch/Wanda Maximoff
  • Quick Silver (Piettro Maximoff)
  • Falcon/Sam Wilson
  • Vision
  • Dr Strange
  • Black Panther

    Cukup banyak bukan? Ya begitulah Avengers yang tergabung di bawah S.H.I.E.L.D. dan bukan tidak mungkin nantinya bertambah seiring dirilisnya film MCU phase ke 3. 

    Sistem rilis dari film-film MCU adalah melalui “Phase” yang direncanakan film-film MCU terdiri dari 5 Phase, fase pertama dimulai dari tahun 2008 lewat Iron Man dan berakhir dengan sangat manis dan sukses dengan The Avengers. Setiap Phase dalam MCU selalu memunculkan film-film superhero solonya dulu kemudian berkumpul dalam Avengers di akhir fase. Di akhir fase kedua semua superhero berkumpul dalam Avengers: Age Of Ultron. Walaupun film terakhir di fase kedua adalah Ant-man (2015).

    Setiap benang merah atau cerita yang saling berhubungan terlihat begitu mulus dan nyaris tanpa plot hole, ini karena Marvel Studios sudah merencanakan proyek ambisius ini sejak lama dan dengan tidak terburu-buru. Tidak semua superhero di MCU memiliki film solonya, contohnya adalah Hawkeye dan Falcon. Fakta yang mengejutkan dari MCU adalah dengan kembalinya Spider-Man ke Marvel Studios setelah sekian lama dipegang oleh Sony Picutures.

    Tema atau nuansa yang dimiliki oleh MCU adalah “terang” “Fun” dan mudah diikuti oleh semua orang. Ini karena sudah menjadi ciri khas dari Marvel untuk penceritaan para superheronya yang nyaris semua diciptakan oleh Stan lee. 

    Nyaris semua film-film MCU memiliki rating yang tinggi di IMDb dan dipuji secara kritik oleh para kritikus film dan semuanya selalu saja menjadi penguasa box office.

    Para karakter superhero di MCU juga mempunyai karakter yang khas dan unik serta cerita yang sangat baik. 

    Fase kedua dari MCU adalah:

    Thor: The Dark World (2013), Captain America: Winter Soldier (2014), Iron Man 3 (2013), Avengers : Age Of Ultron (2015) dan Ant-Man(2015).

    MCU juga mempunya serial televisi dan serial tersebut masih satu universe dengan filmnya yaitu Agent Of Shield dan Daredevil yang juga mendapatkan sambutan yang positif.

    Di Fase ketiga, MCU semakin berkibar meninggalkan DCEU. Captain America: Civil War (2016) sukses besar baik secara kritik maupun pendapatan di box office. Pihak Marvel dalam film ini berhasil menemukan cara dan alasan mengapa para anggota Avengers bisa pecah dan terjadi ‘Civil War’. Perselisihan antara Team Iron Man yang mendukung pemerintah untuk memegang kendali Avengers melawan Team Captain America yang menentang pemerintah tak terelakan. 

    Fase ketiga dari MCU adalah, Captain America: Civil War (2016), Dr. Strange (2016), Spider-Man: Homecoming (2017), Thor: Ragnarok (2017), Ant-man 2 (2018), dan Avengers: Infinity War (2018).

    Kemunculan Dr. Strange menjadi daya tertarik tersendiri. Dr.Strange yang diperankan oleh Bennedict Cumberbatch itu menambah panjang deretan superhero yang bergabung dalam Avengers. Infinity War dipercaya akan menjadi film superhero terbesar dan termewah sepanjang masa. 

    DCEU

    DCEU dimulai sejak tahun 2013 lewat reboot film superman, Man of Steel. Atas desakan para fans DC comic, akhirnya DC bersama studio Warner Bros membuat proyek DCEU untuk menyaingi MCU yang membuat Marvel Studios sukses besar. DC seperti kepanasan dan tak ingin kalah dari Marvel, tak tanggung-tanggung di film kedua Superman langsung bertemu dengan si manusia kelelawar dalam Batman v Superman: Dawn Of Justice (2016). 

    Berikut adalah Superhero DCEU yang tergabung dalam Justice League.

    • Superman
    • Batman
    • Wonder Woman
    • Flash
    • Aquaman
    • Cyborg
    • Green Lantern

    Kelihatannya memang lebih sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan anggota Avengers tapi kedepannya bisa saja terus bertambah. Berbeda dengan MCU yang merilis film-filmnya dalam sistem fase muncul satu persatu-satu dalam film solonya terlebih dahulu lalu semuanya berkumpul di akhir fase dalam Avengers, dalam DCEU semuanya diawali oleh Man Of Steel, Superman yang berantem dengan Batman, lalu ada Scuide Squad (2016) yang merupakan film anti-hero yang unik. Kemudian langsung ke Justice League part one (2017). Dan barulah nanti akan diperkenalkan film-film solonya. Wonder Woman (2017) The Flash (2018), Aquaman (2018), The Batman (2018), Green Lantern Corps (2020), Justice League Part 2 (2019). 
    Sejauh ini film-film DCEU selalu saja mendapatkan respon negatif oleh kritikus, nilainya di situs rotten tomatoes juga sangat rendah. Batman v Superman dianggap yang terburuk bahkan masuk nominasi film terburuk dalam Golden Raspberry Awards 2017.Banyak yang bilang bahwa para kritikus film dunia telah dibayar oleh Marvel supaya memberikan review yang buruk terhadap film-film DCEU yang merupakan saingannya. Fans DC kesal film-film kesukaannya selalu saja diberikan review buruk supaya dijadikan penggiringan opini. 

    Menurut saya sih memang BvS ada yang kurang dan agak sedikit hambar. Kalau saja bukan karena akting dari Ben Afflect sebagai Batman dan Gal Gadot si Wonder Woman mungkin film BvS ini akan semakin parah. Jauh sekali kalau dibandingkan dengan Captain America: Civil War. 

    Nuansa atau ciri khas yang dimiliki oleh DCEU adalah kelam, suram, gelap, dan serius alias kebalikan dari MCU. 

    Tak dipungkiri, kesuksesan trilogi The Dark Knight yang dibuat Nolan memberikan kesan dan jatidiri bahwa supehero DC haruslah serius dan kelam. 

    DCEU tidak memiliki serial tv yang satu universe seperti yang dimiliki Marvel. Lah, kan ada The Flash dan Arrow? ya, memang ada. Tapi series tv DC itu tidak ada hubungannya dengan DCEU atau berbeda universe. Tapi menariknya, TV series DC yang digarap oleh CW seperti The Flash dan Arrow lebih mendapatkan penilaian yang positif. 

    Untuk selanjutnya siapa yang akan mendapatkan predikat film superhero terbaik?

    Apakah DCEU nantinya mampu mengalahkan MCU?

    Kita lihat saja persaingan dua kelompok superhero terbesar sejagad raya ini…