Featured

Pengalaman Menerbitkan Buku Secara Self-Publishing

Buku adalah gudang ilmu dan jendela dunia. Begitulah kata pepatah, membacanya saja sudah bermanfaat besar apalagi menulis dan membuat sebuah buku. Saya jadi tertarik untuk menulis sebuah novel setelah membaca cukup banyak novel-novel dari pengarang-pengarang best seller baik dari dalam negeri maupun internasional. Sebuah buku yang berkualitas akan memberikan pengaruh yang besar bagi orang-orang yang membacanya dan tak akan lekang oleh waktu.

>

Ketertarikan saya untuk menulis sebuah novel terganjal oleh bagaimana cara menerbitkannya? Sudah jadi hal yang lumrah sih betapa sulitnya menerbitkan buku lewat jalur penerbit mayor. Tapi yang namanya belajar dari nol memang tidak ada yang instan, harus ekstra sabar. Hingga saya menemukan cara menerbitkan buku dengan cara online self publishing lewat nulisbuku.com dan diandracreative.com

Apa itu self-publishing?

Self-publishing adalah sistem menerbitkan buku secara mandiri tanpa bantuan penerbit mayor seperti Gramedia, Bentang pustaka dsb. Kita selaku penulis juga bertanggung jawab dengan semua yang menyangkut penerbitan buku seperti desain cover, editing, tata letak, hingga pemasaran dilakukan sendiri oleh penulis. Dua  yang menyediakan layanan self-publishing gratis di Indonesia adalah Nulisbuku.com Diandra Creative (DC). DC menyediakan berbagai kemudahan untuk penulis pemula yang ingin menerbitkan bukunya dengan cepat dan gratis. Tapi yang namanya gratis tentu saja kita sendirian yang harus mengurus dan membuat semuanya mulai desain cover, mengedit, tata letak, pemasaran, isbn dan lain sebagainya. 

Bagaimana caranya?

Waktu itu saya dan rekan saya sepakat membuat kumpulan cerpen dan akan membukukannya lalu dibagikan ke orang-orang terdekat, waktu itu saya tahu bahwa ada nulisbuku.com dan saya langsung ajak dia untuk membuat sebuah buku kumpulan cerpen bareng. Buku yang terdiri dari beberapa cerpen berbagai genre itu diberi judul “People Will Judge”. Kami berdua membuat beberapa cerpen dalam hitungan minggu lalu mengeditnya berulang-ulang hingga selesai. Saya dan rekan saya yang bernama Ilham memutuskan untuk menyewa jasa pembuatan desain cover dan langsung jadi dalam satu hari. Kami kemudian mengengedit cover tersebut dengan menggunakan Corel Draw untuk menambahkan logo penerbit dan nulisbuku.com. Setelah pengecekan ulang terhadap naskah. Naskah kami copy paste ke template yang sudah disediakan oleh Nulisbuku.com. Naskah dirapikan berkali-kali agar enak dibaca. Saya dan rekan saya kemudian mendaftarkan akun nulisbuku.com dan mulai mengupload naskah di situs itu. Kitalah yang menentukan harga jual buku kita. Saya tentukan harga buku saya adalah Rp. 33.000 dengan jenis kertas HVS. Oh iya, pada proses upload naskah kita juga mengupload bahan desain cover untuk buku kita. Selesai upload naskah, kami menerima email dari nulisbuku.com yang memberi tahu bahwa naskah telah diterima dan kami selaku penulis wajib membeli buku kita sendiri sebagai proofread. Setelah melakukan transaksi, nulisbuku.com memberi tahu bahwa proses cetak membutuhkan waktu 10-14 hari. Harus menunggu selama itu. Dua minggu kemudian kurir JNE datang memberikan paket yang sudah dinantikan. Buku People Will Judge yang merupakan buku hasil karya sendiri dan rekan saya sudah jadi. Begitu saya rasakan kepuasan hati yang mendalam ketika menyentuh dan membuka segel buku itu. Kemudian saya dan rekan saya mengecek dan membaca buku kami sendiri tersebut. Setelah dirasa tidak ada masalah. Saya memberitahu nulisbuku.com lewat email untuk segera memajang buku tersebut di website nulisbuku. 

Buku pertama saya yang ditulis bersama Ilham L Ace. Sebuah kepuasan tersendiri bisa membuatnya

Buku yang diterbitkan di nulisbuku tidak dijual di toko buku karena ini sistemnya print on demand. Hanya dicetak ketika ada permintaan. 

Satu tahun kemudian. Saya telah menyelesaikan sebuah novel Fantasi yang berjudul Revolusi Vorvoa dan saya juga memutuskannya untuk menerbitkannya di Nulisbuku.com. Saya buat desain covernya dan mengedit sendiri naskahnya seperti biasa.  Saya upload naskah saya di situs nulisbuku. Melakukan transaksi dan setelah menunggu satu bulan buku saya tak kunjung datang. Saya email puluhan kali untuk komplain tapi tak pernah dibalas. Saya jadi kesal dan muak. Hingga akhirnya saya mencari alternatif lain, salah satu teman fb saya yang juga hobi menulis juga merasakan hal yang sama ketika menerbitkan bukunya di nulisbuku. Dia menyarankan saya beralih pada diandracreative.com. Saya pun mencobanya, ternyata benar. Diandra Creative jauh lebih responsif dan harga produksi bukunya lebih murah. Adminnya fast respon. Saat buku saya sudah terbit di situs diandra, buku saya yang dari nulisbuku baru datang. Kesal, saya langsung menghapus draft buku saya di situs nulisbuku. 

Buku kedua saya sekaligus buku pertama yang ditulis sendiri. Sebuah novel fantasi. Yang saya batalkan terbitnya di nulisbuku.com

Ini merupakan kritik saya untuk nulisbuku.com yang sangat slow respone terhadap pelanggan. Nulibuku selaku penyedia self publishing pertama di Indonesia harusnya menjadi yang terbaik. Kontak pelanggan hanya satu, lewat email. Tidak ada nomor telepon.

Saya harap nulisbuku.com jadi lebih baik dan tetap menjadi sahabat bagi para penulis indie seperti saya.