Inilah Perbedaan Sinetron, Drama Korea, J-Drama, dan TV Series Barat

The Walking Dead (US), Goblin (Korea), Death Note (Japan), Anak Jalanan (Indonesia)

Dalam dunia hiburan televisi di dunia, Kini di Amerika Serikat disebut-sebut sebagai Golden Age of Television karena sejak era 2000an hingga sekarang, banyak sekali serial Televisi yang berkualitas dan bermutu tinggi terus bermunculan, sederet judul serial Televisi dengan kualitas cerita yang maksimal dan akting para pemain tingkat dewa muncul. Sebut saja sederet judul seperti Friends, The X Files, Prison Break, Game Of Thrones, The Walking Dead, Person Of Interest, MR Robot, Vikings dan masih sangat banyak lagi. 

Dan bicara tentang serial Televisi, di berbagai negara punya ciri khas masing-masing dalam setiap unsurnya termasuk penyebutan namanya. Artikel kali ini akan membahas tentang perbedaan TV Series Barat, Drama Korea (Kdrama) Drama Jepang (Dorama/Jdrama) dan Serial TV Indonesia alias Sinetron. Sekilas memang tidak bijak membandingkan sinetron kita yang ‘begitu’ dengan TV series negara lain. Tapi maksud dari artikel ini ditulis adalah untuk mengetahui seberapa jauh sih sinetron indonesia kualitasnya dengan TV series dari negara maju. 

TV Series Barat

Tema dalam serial televisi barat yang sukses adalah banyak bergenre action ketimbang romance. Saat ini banyak sekali judul-judul series barat yang menyajikan visual effect yang memukau dan tidak kalah dengan film layar lebar. Series barat terlihat benar-benar digarap secara serius dan tidak asal-asalan.
Jumlah Episode series barat biasanya tidak lebih dari 25 episode per seasonnya dan malah sekarang kebanyakan series barat hanya mengeluarkan 10-16 Epiosede per musim lalu menunggu paling tidak satu tahun untuk memulai season baru.

Genre populer dalam series barat adalah action, crime, thriler, fantasi, horor, superhero, dan comedy.

baca juga:  4 Sutradara Yang Tewas dibunuh Akibat Film Yang dibuatnya

Aktor dan aktris yang bermain dalam series barat juga bukan aktor abal-abal. Mereka adalah orang-orang terbaik yang dipilih secara ketat. Kita akan jarang melihat aktor atau aktris yang sama yang bermain lebih dari satu judul series. 

Beberapa judul populer yang sukses mendulang penonton adalah, Band Of Brothers yang merupakan produksi HBO, Prison Break, dan yang terakhir adalah Westworld (Juga buatan HBO) yang mempunyai tema dan cerita yang membuat kita takjub dan menggeleng-gelengkan kepala. Saya begitu puas sehabis menonton serial Westworld.

Dalam satu dekade terakhir, drama televisi barat khususnya di Amerika telah benar-benar memasuki era keemasan. Kualitas tingkat dunia dimilki oleh tv series barat.

Drama Korea (Kdrama)

Kdrama atau Drama Korea atau sering disebut Drakor oleh para Kpoper Indonesia punya fans yang sangat di dunia dan kualitasnya memang patut diacungi jempol. Kebanyakan tema yang diangkat ke dalam Kdrama adalah CINTA. Ya, itulah senajata utama dari Kdrama, hampir semua Kdrama bergenre Romance. Tapi meskipun genrenya itu-itu saja, setiap judul Kdrama selalu saja menawarkan hal yang baru dan fresh dan tidak membosankan. Hal ini didukung oleh akting para pemain dan kualitas cerita yang tidak membosankan. Ciri khas dari Kdrama adalah bisa membuat para penontonnya baper sampai ke akar-akarnya. Di Indonesia fans Kdrama sangat banyak dan didominasi oleh kaum hawa karena memang sekali lagi Kdrama bisa mengakibatkan emosinya naik turun plus ditambah dengan didukung oleh aktor-aktor yang rupawan. Sudah tidak diragukan lagi kalau salah satu ciri khas dari Kdrama adalah para pemainnya harus sangat tampan dan sangat cantik. 

Beberapa judul Kdrama yang fenomenal adalah Full House, Winter Sonata, The Legend Of Blue Sea dan yang populer akhir-akhir ini adalah Goblin. 

baca juga:  9 Fakta Tentang Persaingan Marvel dan DC Comics

Jumlah Episode dalam Kdrama adalah 16 sampai dengan 25 Episodenya dan jarang ada judul yang mendapat lebih dari satu season. 

Kualitas cerita dalam Kdrama memang saya akui benar-benar selalu saja fresh meski mengangkat genre yang itu-itu saja karena biasanya Kdrama membalut teman romance dengan sentuhan action, fantasi, sejarah, dan perjalanan waktu.

Drama Jepang (Dorama)

Meskipun di Indonesia Drama Jepang (Dorama) kalah populer dari Drakor tapi nyatanya sampai saat ini Dorama tetap masih punya fans tersendiri di seluruh dunia karena Dorama mempunyai khas dan keunikan yang tidak dimiliki Kdrama. Dorama sendiri mempunya sejarah yang panjang, di Jepang saat ini Dorama merupakan tontonan favorit warganya setelah anime. Dorama memiliki ciri khas yang unik, tema dalam Dorama juga sangat bervariasi dimulai dari romance, school life, musik, memasak, medikal, detektif, horor, dan masih banyak lagi. 

Jumlah episode dalam Dorama paling sedikit jika dibandingkan dengan Kdrama.Tidak lebih dari 12 Episode dan apabila ratingnya bagus.  maka akan dibuatkan episode spesialnya. Dari segi cerita tidak usah diragukan lagi, Dorama memberikan cerita-cerita yang khas dan terkadang nyeleneh dan belum terpikirkan sebelumnya. Salah satu kelebihan Dorama adalah kebanyakan selalu menyisipkan pesan moral yang menyentuh. 

Judul-judul populer dari drama Jepang antara lain, 1 Litre of Tears, Boys Over Flowers, Hana Kimi, Tokyo Dogs dan masih banyak lagi.

Sinetron

dari gambarnya saja, anda tentu sudah bisa membedakan kelas dari sinetron

Sinetron atau sinema elektronik nyatanya masih saja merajai tangga rating dunia pertelevisian Indonesia saat ini. 

Tema dari sinetron Indonesia biasanya tentang remaja, komedi tidak jelas, religi (katanya), hingga tentang masalah rumah tangga yang selalu mempunyai pola cerita dan ending yang sama. Sinetron bisa berjumlah ratusan bahkan hingga ribuan episode dan jarang ada yang menggunakan sistem season , kalaupun ada itupun berjumlah seribu episode dengan alur cerita semau gue. Ditayangkan setiap hari membuat kualitas cerita menjadi tidak jelas dan ngasal membuat dialog. 

baca juga:  Review Film: Kimi No Wa (2016)

Aktor dan aktris dipilih hanya karena masalah tampang dan menomor duakan kualitas akting. Sinetron indonesia tidak akan tamat sebelum rating turun drastis. Sinetron akan terus tayang tak peduli cerita sudah acak-acakan. Yang perlu disadari adalah mayoritas penonton televisi di Indonesia masih belum bisa memilih tayangan berkualitas itu seperti apa. 

Sinetron  Anak Jalanan yang kita tahu diisi oleh para pemain yang secara fisik penampilan mereka sungguh menawan tapi dalam berakting belum tentu semua pihak setuju. Ceritanya juga tidak jelas akan bermuara ke mana tapi ‘sihir’ apa yang membuat sinetron AJ banyak yang suka?

Entahlah, mungkin mayoritas masayarakat kita memang seperti inilah menilai sebuah tayangan hiburan.

Kapan sinetron kita sebagus Drakor dan Dorama atau bahka tv series barat? Mungkin sampai lebaran kuda pun tidak akan terlaksana kalau dunia pertelevisian kita masih seperti ini… 

Artikel Seru Lainnya:

Comments

  1. By Maulana

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi