Anime, Featured

6 Kekurangan Serial Anime dan Manga Naruto

Tidak ada yang meragukan jika Naruto adalah salah satu anime dan manga terbaik sepanjang masa dan menjadi anime shounen terbaik selepas Dragon Ball berakhir bersama-sama dengan One Piece. Naruto adalah sebuah masterpiece dari seorang beranama Masashi Kishimoto. Berkat kejeniusan dan imajinasi tingkat dewa dari Masashi, Naruto menjadi bukanlah sekedar anime biasa. Naruto adalah anime dengan berjuta pesan dan kesan dan Masashi sendiri memasukan banyak sekali pesan kehidupan dan unsur spiritual di dalamnya. Tapi yang namanya buatan manusia, tetap saja sesempurna apapun karyanya setiap kelebihan pasti ada kekurangan. Berikut adalah ulasan singkat kekurangan animanga Naruto.

1. Filler

Sudah menjadi rahasia umum di kalangan Naruto lovers jika filler merupakan hal yang sering dijumpai. Pada awalnya filler di serial Naruto ‘kecil’ tidaklah begitu mengganggu karena selain tidak terlalu banyak, penulis cerita juga berusaha semaksimal mungkin agar cerita filler tidak mengganggu cerita utama. Tetapi setelah memasuki serial Naruto Shippuden, filler mulai menggila dan mulai menjalar ke cerita utama. Bahkan pernah filler panjang episodenya sampai enam bulan hingga satu tahun lamanya. Sebenarnya filler memang dibutuhkan tetapi dalam porsi sewajarnya, seperti untuk melepas stres karena terlalu fokus pada cerita utama yang menegangkan seperti filler yang banyak adegan lawaknya. Tetapi filler yang ada di Naruto Shippuden memang berlebihan dan banyak yang tidak penting serta banyaknya adegan atau arc yang diulang-ulang. Ini menjadikan animanga Naruto sebagai salah satu kekurangan yang krusial.

2. Sasuke Uchiha

Sasuke menjadi salah satu karakter yang paling overrated dalam serial animanga Naruto, ini karena Sasuke adalah karakter favorit dari sang mangaka sendiri. Karakter Sasuke sedari awal sudah agak berlebihan ketika ia mempunyai sifat yang menyebalkan. Kemudian ketika memasuki serial Shippuden, Sasuke juga semakin menjadi-jadi ketika membunuh satu persatu anggota akatsuki , Danzo dan juga melawan lima kage sendirian. Memasuki akhir-akhir cerita Sasuke makin over limit dengan kekuatannya. Alih-alih menjadi karakter keren, Sasuke malah seperti pria labil yang tak tahu apa tujuan hidupnya.

3. Percakapan Yang Tidak Perlu Di Tengah Pertarungan

Mungkin tidak hanya di animanga Naruto saja, ngobrol-ngobrol santai terjadi dalam pertarungan. Tetapi untuk animanga sekelas Naruto, rasanya percakapan yang tidak perlu dalam pertarungan memang agak terlalu banyak. ‘ceramah no jutsu’ nya Naruto mungkin masih bisa dimaklumi karena berpengaruh besar pada karakter lawan. Tetapi ngobrol-ngobrol yang tidak perlu sebenarnya bisa dikurangi karena merusak keindahan dan epicnya pertempuran. Lucunya, karakter antagonis selalu saja menunggu protagonisnya selesai bicara dulu begitu juga sebaliknya, seakan-akan para shinobi bertarung dengan casual dan santai. Inilah yang terjadi sepanjang perang dunia shinobi ke-4.

4. Karakter Shinobi Perempuan (Kunoichi)

Selain filler yang terlalu banyak dan muncul di saat yang tidak tepat. Masashi Kishimoto juga memperlakukan para karakter perempuan di dalamya kurang begitu diekspos secara maksimal. Selain Sakura yang mendapatkan sifat yang menyebalkan, karakter lain sekan hanya numpang lewat dan bergerak-gerak begitu saja. Memang tidak semua kunoichi kurang mendapatkan pendalaman karakter, sebut saja Hinata yang sedari awal diekspos tentang latar belakang dan masa lalunya yang diperlakukan berbeda di lingkungan klan Hyuga. Karakter lainnya seperti Tenten yang menjadi karakter favoritnya Masashi nyaris tidak pernah diekspos dan diperdalam, pun begitu dengan Ino, Karin, Temari, Shizune, dan beberapa shinobi perempuan dari desa lain. Namun beruntung Masashi tidak menjadikan karakter perempuan yang cantik-cantik itu sebagai fanservice murahan seperti anime lainnya. Yang kerap menjadi fanservice di sini justru adalah Konohamaru dengan jutsu anehnya.

5. Spoiler Dari Movie

Di saat manga Naruto telah berakhir lalu pihal studio belum menyelesaikan serial animenya dengan memasukan filler yang bejibun agar pemasukan dana makin banyak, anehnya pihak studio pun membuat dua movie yang becerita tentang kehidupan Naruto pasca perang dunia dan pasca menikah dengan Hinata. Ini tentunya menjadi rancu karena di animenya sendiri saat itu perang dunia shinobi beserta fillernya sedang berjalan atau belum berakhir. Alhasil hal ini memicu adanya plot hole atau inkonsistensi dalam alur cerita seperti yang terjadi dalam serial anime Boruto Next Generation di mana banyak terjadi kejanggalan cerita akibat berbentur dengan Boruto The Movie yang timeline-nya berbeda.

6. Kaguya Otsutsuki

Pada awalnya semuanya yakin jika Madara adalah villain terakhir atau final boss yang harus dikalahkan di puncak klimaks dan di akhir cerita tapi semua itu diruntuhkan seketika saat munculnya Kaguya Otsutsuki secara tiba-tiba dan harus dikalahkan bersama-sama. Kemunculan Kaguya Otsutsuki dirasa cukup dipaksakan karena tanpa build up dari awal dan tanpa pengenalan karakter yang dalam layaknya villain-villain yang lain. Kaguya beserta karakter-karakter tambahan lain yang muncul di akhir hanya dibuat untuk menambah panjang cerita.

Itulah 6 kekurangan dalam serial anime dan manga Naruto. Terlepas dari itu, Naruto memang layak disebut sebagai anime terbaik sepanjang masa dengan segala pesan kehidupan dan unsur spiritual yang berdampak luar biasa di mana para penggemar banyak belajar tentang kehidupan dari para karakternya.