Tsuki Ga Kirei (As Moon, So Beautiful) Review

Tsuki Ga Kirei: Sebuah serial anime romance yang tayang di Jepang pada musim semi 2017 dan berjumlah 12 episode. Anime ini mempunyai cerita yang original alias tidak diangkat dari media apapun seperti manga atau pun light novel. Tsuki Ga Kirei mempunyai cerita yang softly namun juga menekankan unsur romance remaja yang jarang ditemui dari anime romance lainnya.

Bercerita tentang Akane Mizuno, seorang gadis yang baru saja naik ke kelas 3 SMP. Akane adalah gadis yang sangat pemalu, saat pertama masuk ke kelas baru ia bertemu dengan Kotaro Azumi, laki-laki yang tahun ini sekelas dengannya. Rupanya mereka berdua langsung saling menyukai satu sama lain pada pandangan pertama, namun Akane maupun Kotaru sama-sama sangat pemalu dan dua-duanya juga polos dan tidak tahu-tahu apa soal bagaimana memulai sebuah hubungan (khas remaja banget). Perkembangan selanjutnya adalah mereka berdua mulai sedikit akrab namun hanya melalui aplikasi chating LINE. Akane dan Kotaro sering chat di LINE namun di sekolah seolah tidak saling mengenal karena saking pemalunya.

Akane aktif sebagai anggota klub lari dan Kotaro berambisi untuk menjadi novelis, keduanya merajut cerita yang natural layaknya dua pasang remaja di dunia nyata yang malu-malu kucing. Premisnya sekilas memang sederhana dan terlalu ringan, namun menurut saya itulah keunggulan dari anime ini.

Sebanyak lebih dari 6 episode pertama, akan menceritakan bagaimana Akane dan Kotaro berusaha keras ‘melawan’ rasa malu dan canggung, konfliknya juga diwarnai dengan kehadiran ‘pengganggu’ yang akan menyulitkan menyatukan cinta mereka. Chinatsu Nishio temannya Akane juga menyukai Kotaro Azumi. Dan Takumi Hira, laki-laki rekan Akane di klub lari juga menyukai Akane.

Saya sendiri dibuat gereget sama karakter dan penokohan Kotaro Azumi yang di awal-awal begitu sulit untuk berbicara dengan Akane walau pada akhirnya dia mampu mengutarakan perasaannya.

Memasuki akhir-akhir episode saya malah jadi ingat 5cm per second, kenapa saya bilang begitu? Silahkan tonton sendiri, nanti kamu akan tahu.

Kemudian ada satu hal lagi yang membuat saya kesal yaitu tokoh Chintasu Nishio, ia seperti orang yang tak tahu diri dengan terang-terangan menyukai dan akan menembak Kotaro dan semua itu diberitahukan pada Akane, mukegile teman macam itu? Kalau saya jadi Akane saya bakalan mengoles wajah si Chinatsu dengan wasabi satu ember. Tapi ternyata memang tokoh Chinatsu ini diplot agar membuat penonton kesal karena menjadi penghalang hero dan heroine nya untuk bersatu

Semakin larut ke dalam cerita saya seolah berhasil memposisikan diri sebagai Kotaro Azumi yang takut kehilangan Akane di tengah gangguan-gangguan dari luar, padahal dari awal perjuangan Kotaro dan Akane untuk dapat saling mengenal dan memulai hubungan tidaklah mudah.

Dari karakter semuanya terlihat natural dan tidak dibuat-buat, kecuali ya si Chinatsu tadi, yang dengan cueknya menyukai pacar temannya secara terang-terangan dan bahkan Chinatsu mengatakan pada Akane kalau dia akan menembak Kotaro, anehnya Akane masih mau berteman dengan Chinatsu, entah karena Akane itu bego atau terlalu baik.

Konflik-konflik yang dihadirkan di setiap episodenya memang terbilang ringan namun berisi, yang intinya menunjukan sebuah proses remaja yang sama-sama polos dan pemalu untuk mulai berpacaran. Dan puncak konflik atau klimaksnya juga dirasa cukup pas dan memunculkan rasa penasaran bagi para penikmat anime ini.

Tsuki Ga Kirei dari segi artwork saya juga menyukainya di mana terasa sangat realis dan tidak berlebihan. Soundtrack opening & closing nya juga cocok dan mendukung dengan suasana cerita.

Kesimpulan: Tsuki Ga Kirei dari premis memang terdengar sederhana dan cenderung membosankan, namun setelah menontonnya anime ini memiliki  cerita yang menarik dan natural, tentang dua remaja pemalu yang berusaha untuk bersatu.

Post Author: Hilman Sky

Seorang penulis novel dan blogger yang mencintai dunia film dan anime

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi