Sejarah Lengkap Penayangan Anime di Indonesia

Anime hingga saat ini masih menjadi salah satu industri penggerak perekonomian Jepang yang berpengaruh selain industri teknologi dan otomotifnya. Perkembangan anime di Jepang sendiri sudah melalui perjalanan panjang mulai dari era 50an hingga sekarang.

Munculnya anime tak terlepas dari budaya manga di Jepang yang sudah sangat lama ada. Meski demikian anime di Indonesia bisa dibilang agak telat masuk karena menurut sumber yang saya telusuri anime atau kartun dari Jepang mulai masuk ke Indonesia pada era saat memasuki era 80an melalui perederan dalam bentuk Video Beta dan kemudian beberapa judul anime tayang di TVRI dan ketika TVRI adalah satu-satunya stasiun televisi di Indonesia.

Di era sekarang ini anime di Indonesia memang jarang sekali ditayangkan di TV nasional, tetapi karena kemajuan teknologi digital, para penggemar anime di Indonesia dapat menontonnya lewat internet baik secara legal maupun bajakan.

Dulu, di era 80an untuk dapat menikmati anime, orang-orang Indonesia harus membeli VHS atau Video Beta dan alat pemutarnya yang dulu dirasa cukup mahal. Atau menonton judul-judul anime yang tersedia di TVRI yang ketika memasuki pertengahan 80an jumlahnya semakin banyak.

Era 80an

 

Sebagaimana diketahui, anime pertama kali masuk ke Indonesia adalah pada era 80an melalui format Video Beta. Umumnya judul-judul yang masuk ke Indonesia adalah anime yang sebenarnya diproduksi pada tahun 70an. Maklum saja dulu informasi tidak menyebar secepat sekarang. Jadi saat itu anime yang sedang tren di Jepang pada era 80an tidak langsung tayang di Indonesia saat itu juga, melainkan butuh waktu cukup lama untuk dapat masuk ke Indonesia. Sedangkan menurut berbagai sumber yang saya telusuri, anime yang pertama kali tayang di TVRI adalah Kumkum yang mulai tayang sekitar pertengahan 80an dan langsung menjadi tontonan favorit anak-anak Indonesia ketika itu. Dengan masuk dan tayangnya anime Jepang di Indonesia, masyarakat di tanah air mulai mengenal ciri khas kartun Jepang yang berbeda dengan kartun-karun dari Barat. Kartun-kartun dari Barat sendiri sudah duluan tayang di Indonesia. Judul-judul anime yang tayang di Indonesia pada era 80an pun cukup banyak dan pada umumnya adalah anime yang diproduksi tahun 70an. Ketika itu kebanyakan anime yang tayang adalah bergenre Mecha yang menampilkan pertarungan antar robot seperti seperti Voltus V, God Sigma, Captain Giking, Getta Robo, atau Star Blazers. Maklum, saat itu anime Jepang sedang mengalami hype Mecha pasca kesuksesan Mobile Suit Gundam. Ada juga judul-judul yang lain seperti Dash Yonkuro, Candy-Candy, hingga yang paling populer tentu saja adalah Doraemon. Pada akhir 80an penayangan anime di TVRI mulai mengalami penurunan terkait banyaknya serial tokusatsu yang masuk seperti Ultraman, Goggle V, Megaloman, dll di TVRI.

baca juga:  7 Anime Yang Paling Overrated

Era 90an (Awal Kejayaan Anime di Indonesia)

 

Memasuki 90an di mana stasiun TV swasta mulai bermunculan, penayangan anime mulai kembali menggeliat dengan banyaknya judul anime yang masuk. Era 90an bisa dibilang merupakan masa keemasan anime di Indonesia di mana masyarakat Indonesia khususnya anak-anak dan remaja benar-benar mulai mengenal dan menggemari anime. RCTI yang berdiri pada 1989 langsung menayangkan Doraemon pertama kali pada 1991 setiap minggu pagi dan menjadi tontonan favorit anak-anak Indonesia sekaligus menjadi anime yang pertama kali mengalami tingkat popularitas yang sangat tinggi di Indonesia. RCTI turut berjasa dalam kepopuleran Doraemon di Indonesia dan kemudian RCTI mulai mengimpor anime-anime lain untuk ditayangkan. Pada 1995 Indosiar berdiri dan langsung ambil bagian dalam penayangan anime di Indonesia. Bagaimanapun Indosiar adalah stasiun TV yang sangat berpengaruh dalam penayangan anime di Indonesia. Indosiar menayangkan anime shounen yang sangat fenomenal karangan Akira Toriyama, apa lagi kalau bukan Dragon Ball. Setiap minggu pagi Dragon Ball tayang di Indosiar dan seketika menjadi fenomenal yang luar biasa luas di tanah air. Sejak saat itu judul-judul anime lain yang masuk ke Indonesia semakin menjadi-jadi, sebut saja ada Saint Seiya, Sailor Moon, Patlabor, Mobile Suit Gundam, Evangelion, Ninja Hatori, Mojacko, The Kickers, Zenki, Samurai X, B’T-X, Minky Momo. Masih banyak lagi dan terlalu banyak untuk disebutkan. Anime yang tayang di Indonesia pada era 90an memang kebanyakan yang benar-benar laris di Jepang sehingga mempunyai kualitas yang tinggi pula. Biasanya saat itu baik Indosiar maupun RCTI menayangkan anime pada Minggu pagi dengan bergantian dengan serial tokusatsu di tiap jamnya agar anak-anak tidak bosan dan acara menjadi bervariasi. Pada umumnya maraton kartun Minggu pagi dimulai Jam 05:00 dan berakhir jam 12 Siang. Waktu itu penayangan anime seperti mampu mendongkrak ratting televisi karena tentu saja hari minggu anak-anak sedang libur sekolah.

baca juga:  Review Anime: ReLife Episode 1 

Era 2000an (Puncak Kejayaan Sekaligus Akhir)

 

Era 90an adalah awal kejayaan anime di Indonesia dan 2000an adalah menjadi puncaknya sekaligus menjadi akhir kejayaan itu sendiri. Memasuki dekade 2000an, Indosiar dan RCTI semakin ketat bersaing menyangkan anime-anime berkualitas di minggu pagi dan kemudian SCTV mulai ‘menganggu’ persaingan mereka, di akhir era 90an SCTV memang sudah menayangkan anime terkenal seperti Samurai X setiap sore hari tapi mereka baru menayangkan kartun Minggu pagi saat memasuki tahun 2000 yaitu dengan judul Dr. Slump dan Midori Makibao, tidak banyak anime yang tayang di SCTV judul lainnya seperti Bakabon juga pernah tayang di SCTV. Selain itu Indosiar dan RCTI semakin menggila dalam menayangkan anime. Indosiar dengan anime andalannya Dragon Ball menambah judul-judul lain seperti Detective Conan, Digimon Adventure, Crush Gear, dan masih banyak lagi, Indosiar bahkan sempat memulai maraton minggu pagi dari pukul 4 pagi! RCTI yang punya andalan Doraemon pun semakin menjadi-jadi, mereka menayangkan judul-judul seperti Chibi Maruko Chan, Hamtaro, Let’s and Go, Yu Gi Oh, sll. Dengan kata lain era 2000an awal merupakan puncak dari kejayaan anime di Indonesia terlebih pada saat itu RCTI membuat gebrakan dengan menayangkan One Piece. Memasuki pertengahan 2000an anime di Indonesia masih cukup banyak. Pada 2007 Global TV pertama kalinya menayangkan Naruto dan Indosiar juga sempat menayangkannya beserta anime lain seperti Bleach dan Fairy Tail. Global juga sempat menayangkan Death Note. Namun sayangnya, memasuki akhir 2000an, KPI mulai melakukan ‘pemberangusan’ terhadap penayangan anime di Indonesia karena dianggap tidak mendidik dan berbahaya bagi anak-anak. Satu persatu anime mulai menghilang dari layar kaca Indonesia dan digantikan oleh acara-acara lain, hal ini diperparah yang ternyata anime dan serial tokusatsu mengalami penurunan ratting. Era kejayaan anime di Indonesia pun berakhir.

baca juga:  Fakta Penting Seputar Karin Uzumaki

Era 2010an (Masa Kegelapan)

Mulai dari 2010 hingga sekarang, adalah era kegelapan bagi penayangan anime di Indonesia. Yang tayang seakan-akan hanya satu judul yaitu Naruto itu pun diulang-ulang hingga mungkin ratusan kali. Sehingga menyebabkan anak-anak dan remaja di Indonesia tahunya cuma NARUTO. Sekarang sangat sulit menemukan anime di TV nasional, hal ini diperparah dengan semakin buruknya kualitas acara-acara TV di tanah air. Para pecinta anime di 90an dan 2000an kini sudah dewasa dan anak-anak zaman now yang menggemari anime biasanya akan mencari anime di internet untuk ditonton, parahnya kebanyakan yang digemarinya adalah anime yang berbau ecchi dan fan service. Pada era ini pula muncul isitilah Wibu di Indonesia yang menyebabkan kesalahpahaman dan perdebatan tidak penting di sosial media. Entah kapan era kejayaan anime berkualitas di Indonesia datang lagi agar anak-anak zaman now tidak lagi dicap generasi micin.

Artikel Seru Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi