Anime

Review Anime: ReLife Episode 1 

Review Ini mengandung Spoiler!!!

Di dalam hidup. Kita membutuhkan pekerjaan dan terkadang pekerjaan itu cocok dengan kita atau mungkin kita tidak merasa cocok dengan pekerjaan tersebut. Di Jepang sendiri, pengangguran sudah sangat sedikit dan persaingan di dunia kerja sangatlah ketat sehingga hanya orang-orang terbaiklah yang bisa bekerja di perusahaan yang ‘layak’. Itulah kira-kira topik awal yang ada dalam anime RelLife yang manga-nya dikarang oleh Yayoiso dan diterbitkan oleh Naver Corporation. Kaizaki Arata seorang pria yang berusia sebenarnya tidak tua-tua amat, 27 tahun baru saja resign dari perusahaannya bekerja karena merasa pekerjaannya tidak cocok dengannya dan ingin mencari pekerjaan lain. Tindakan gegabah, resign dari pekerjaan tanpa memiliki pekerjaan yang baru. Arata sudah melamar ke sana-sini tapi selalu ditolak hingga orang tuanya memutuskan untuk menyetop untuk mengirimkan uang dan lebih baik pulang saja.

Dalam episode pertama ini dikenalkan pada awal masalah dan konflik serta perkenalan dua karakter sentral.
Namun pada malam hari, Arata bertemu dengan seorang pria misterius dan aneh bernama Yoake Ryou. Dia tiba-tiba mengajak Arata ngobrol dan Ryou tahu tentang masalah Arata. Ryou memperkanalkan dirinya bahwa dia adalah orang dari Laboratorium ReLife, laboratorium yang sedang mengadakan percobaan untuk membuat orang-orang bisa memperbaiki kehidupannya. Jelas saja Arata kebingungan dan tidak mengerti. Ryou menyerahkan kartu namanya dan pil “ReLife”, bodohnya Arata mau saja menuruti, Arata pulang dan memakan pil tersebut.

Keesokan harinya saat Arata bangun dari tidur dan hendak mencuci muka, dia kaget dan panik melihat tubuhnya yang 10 tahun lebih muda. Arata sadar bahwa itu adalah pengaruh dari pil yang dimakannya. Ryou datang ke rumah Arata dengan tingkahnya yang aneh dan menjelaskan pada Arata maksud dan tujuan Ryou menjadikam Arata sebagai ‘percobaan’. ReLife Laboratory ternyata adalah sebuah lembaga rahasia yang bertujuan untuk mengurangi pengangguran di Jepang (gila ya 😁) dengan membuat orang-orang yang ‘agak gagal’ untuk mengulang masa SMA-nya.
Intinya Arata harus mengulang masa SMA-nya di kelas 3 setahun penuh. Arata sebenarnya terlihat tidak mau melakukan ini, yang dia inginkan hanyalah sebuah pekerjaan yang menurutnya ” layak”. Tapi mau tidak mau Arata harus melakukannya. 

Arata masuk sekolah dengan agak kikuk dan linglung, dia ternyata sekelas dengan Ryou. Di hari pertamanya dia bertemu dengan karakter-karakter yang berada satu kelas dengannya yang kelak  akan menjadi bagian penting dalam cerita. Termasuk Kokoro Amatsu-Sensei, wali kelasnya.

Kejadian saat pertama kali sekolah, sukses membuat saya tertawa karena tingkah Arata yang masih merasa dirinya adalah orang dewasa. Dan momen dia bertemu dengan teman-teman sekelasnya yang nantinya akan membuat cerita semakin berkembang.

Dari segi art, ReLife cukup sempurna dan nyaman dilihat mata. Untuk episode pertama ini rasanya cukup memuaskan sekaligus menjadi bahan renungan. 

Hingga tahap ini, Arata masih saja ragu apakah dia harus melakukan ini. Terlihat jelas bahwa Arata tidak menyukai masa sekolah, kenapa bisa seperti itu? Kita akan segera tahu di episode-episode berikutnya.

Yang jelas, untuk karakter-karakter lainnya, saya belum bisa menjelaskannya di review episode pertaman ini karena masih belum kelihatan seperti apa dan bagaimana karakter tersebut ke dalam cerita.

Untuk karakter utama, rasanya dari episode pertama ini penonton sudah dapat langsung merasakan, orang seperti apa Arata ini. Terutama mengapa dia begitu malas untuk pergi kembali ke sekolah walau perlahan-lahan dia bisa menjalani. 

Plot dan premis yang nyeleneh seperti ini memang kerap dijadikan pengarang manga untuk membuat cerita yang menarik walaupun tema yang seperti ini bukanlah tema yang baru. Yang jadi fokus utama dalam episode pertama ini adalah masalah pekerjaan. Hmm, kalau di Indonesia diadakan ReLife akan ada banyak sekali orang pengangguran yang akan dikasih percobaan ya. 😀

Related posts: