4 Alasan Kenapa Banyak Orang Yang Tidak Suka Oppo dan Vivo

Industri smartphone Android kini semakin pesat, sistem operasi yang pada awalnya berlabel mahal namun perlahan mulai merakyat mulai sekitar tahun 2013 dan 2014 dengan bermunculannya android lokal dengan banderol harga yang miring bahkan di bawah satu juta. Android mulai menguasai dunia hingga berbagai vendor asal tiongkok turut meramaikannya seperti Xiaomi dan Asus yang mengeluarkan produknya dengan harga-harga terjangkau. Namun apa yang terjadi pada Oppo dan Vivo adalah hal yang cukup berbeda, dua brand satu grup itu dalam beberapa tahun terakhir menjadi suatu yang cukup dibenci oleh netizen Indonesia.

Nah, kenapa sih Oppo dan Vivo bisa banyak yang benci? Sampai-sampai selalu saja ada komentar bernada hujatan di Youtube setiap kali reviewer smartphone sedang mereview produk Oppo atau Vivo. Kenapa bisa demikian?

1. Oppo dan Vivo DIanggap Overprice

Alasan yang pertama adalah kedua vendor tersebut sama-sama memberikan harga yang di atas para kompetitornya namun dengan spek yang hampir sama atau bahkan lebih rendah. Sebagian pencinta gadget menganggap Oppo dan Vivo terlalu memberikan harga yang kelewat mahal untuk ukuran ponsel Tiongkok. Padahal dari segi kualitas, merk-merk lain yang mengeluarkan harga yang lebih murah kualitasnya tidak kalah dengan Oppo dan Vivo bahkan sama saja.

2. Terlalu Banyak Ngiklan


Cobalah lihat di counter-counter atau pusat penjualan ponsel, pasti semuanya memasang logo Oppo dan Vivo, bahkan ada di mana-mana. Ini cara Oppo dan Vivo memasarkan produknya dengan gila-gilaan sehingga membentuk mindset masyarakat awam bahwa Oppo dan Vivo adalah produk yang bagus karena iklannya banyak. Tapi bagi sebagian orang, trik ini dianggap menyebalkan karena jengah ke mana-mana selalu melihat logo Oppo dan Vivo.

3. Launching di Semua Stasiun TV


Masih ingat ketika Vivo merilis produknya dengan cara menayangkannya ke hampir ke seluruh stasiun TV di Indonesia? Ya, marketing tersebut dianggap berlebihan dan sebagian orang merasa terganggu acara favoritnya jam tayangnya direnggut begitu saja dan terpaksa haruas menonton tayangan tersebut atau terpaksa mematikan TV jika memang benar-benar tidak suka. Mungkin untuk event kenegaraan dan event-event besar seperti Asian Games, itu sangat layak disiarkan oleh semua TV, tapi untuk launching sebuah ponsel?

4. Memakai Banyak Artis Untuk Jadi Ambassador


Hanya Oppo yang mampu membayar banyak artis-artis papan atas Indonesia untuk menjadikan mereka brand ambassador. Sehingga lagi-lagi masyarakat yang awam akan merasa seperti artis tersebut ketika membeli produk yang dipakai oleh artis idolanya. Sedangkan vendor-vendor yang lain jarang menggunakan artis besar sebagai ambassador mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Wajib diisi